Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Polisi Periksa Ahmad Fanani Pekan Depan

Nasional kasus korupsi muhammadiyah
Siti Yona Hukmana • 12 Juli 2019 12:45
Jakarta: Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bakal memeriksa mantan Bendahara Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani pekan depan. Dia akan diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah pemuda Islam Indonesia.
 
"Iya minggu depan lah. Minggu depan mungkin akan kita panggil Ahmad Fanani," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Iwan belum bisa memastikan jadwal pemeriksaan pada Fanani. Yang jelas, penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fanani diduga kuat telah melakukan korupsi yang mengakibatkan adanya kerugian negara. Ini berdasarkan bukti dan keterangan saksi yang sudah diperiksa penyidik.
 
"Semua sudah, sehingga kita sudah lakukan gelar perkara dan kita sudah bisa memastikan bahwa ini tercukupi dua alat bukti terhadap yang bersangkutan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Maka, kita akan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan," ujar Iwan.
 
Terpisah, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Bhakti Suhendrawan mengatakan, saat ini pihaknya fokus memberkas perkara Ahmad Fanani. Setelah selesai, pekan depan Fanani diperiksa.
 
"Kemarin pemeriksaan di daerah baru selesai. Jadi, saat ini kita fokus pemberkasan dan setelah itu pemanggilan yang bersangkutan," tutur Bhakti.
 
(Baca juga:Penyidik Rampungkan Berkas Perkara Ahmad Fanani)
 
Fanani ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 19 Juni 2019 setelah penyidik melakukan gelar perkara. Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) juga telah dikirim ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kasus itu, Fanani diduga merugikan negara hingga Rp1,7 miliar.
 
Sebelum penetapan tersangka, polisi telah memeriksa belasan saksi di Yogyakarta. Mereka yakni sejumlah panitia yang terlibat dalam kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia.
 
Selain itu, polisi juga telah memeriksa sejumlah eks pengurus Pemuda Muhammadiyah. Di antaranya, mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak; mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pemuda Muhammadiyah, Putra Batu Bara; mantan Sekretaris Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Virgo Sulianto Gohardi; mantan Bendahara Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia, Fuji Abdurrohman dan Syahputra.
 
Kasus dugaan korupsi dana apel dan kemah itu telah naik ke tahap penyidikan. Polisi menduga ada penggelembungan dana dalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pemuda Muhammadiyah.
 
Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang Rp2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), karena dituding menilap uang. Namun Kemenpora mengembalikan cek Rp2 miliar itu. Alasannya, tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
 
Kegiatan apel dan kemah pemuda Islam Indonesia ini diselenggarakan di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017. Kegiatan ini diinisiasi Kemenpora, dan dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah bersama Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Masing-masing organisasi diberikan dana Rp2 miliar untuk menggelar acara tersebut.
 
(Baca juga:Pemuda Muhammadiyah Beri Bantuan Hukum untuk Ahmad Fanani)

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif