Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah. (Foto: MI/Ramdani)
Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah. (Foto: MI/Ramdani)

MA Rilis Aplikasi Pengelolaan Barang Milik Negara

Nasional mahkamah agung Mahkamah Agung RI
Faisal Abdalla • 06 Juli 2019 11:58
Jakarta: Mahkamah Agung (MA) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Perlengkapan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Sipermari). Aplikasi ini akan digunakan oleh MA dan badan-badan peradilan di bawahnya untuk menatausahakan aset berupa Barang Milik Negara (BMN).
 
"Aplikasi ini merupakan kebijakan strategis dalam penatausahaan aset BMN di lingkungan MA dan badan peradilan di bawahnya," kata Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah di Jakarta, Sabtu, 6 Juli 2019.
 
Abdullah mengatakan sebetulnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mempersiapkan aplikasi serupa untuk penatausahaan BMN melalui Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (Siman). Namun aplikasi tersebut bersifat umum dan dipakai oleh seluruh kementerian dan lembaga, sehingga tidak dapat mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan khusus MA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:MA Berjanji Hati-hati Memutus PK Koruptor
 
Sementara Sipermari yang diluncurkan MA diharapkan mampu memenuhi lima kebutuhan MA, yaitu; sebagai pengolah data BMN secara akurat dan terperinci; dapat digunakan sebagai sarana pengawasan, pengendalian, monitoring dan evaluasi BMN hingga untuk pelaporan dan pencetakan data-data BMN.
 
Selain itu, Sipermari juga diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pimpinan untuk mengambil kebijakan terkait alokasi anggaran untuk perencanaan, pengadaan, dan pemeliharaan aset; hingga sebagai wahana informasi bagi publik dan stakeholder terkait terkait data aset yang digunakan di lingkungan MA.
 
"Kebutuhan-kebutuhan inilah yang coba dihadirkan melalui aplikasi ini. Diharapkan nantinya Sipermari bisa menjadi media dalam mendapatkan informasi BMN pada satuan kerja di lingkungan Mahkamah Agung RI secara cepat dan akurat," ujar Abdullah.
 
Baca juga:MA Didesak Tolak Peninjauan Kembali 19 Terpidana Korupsi
 
Abdullah mengatakan MA turut menggandeng Kemenkeu dalam membuat aplikasi Sipermari. Kerja sama ini membuat data dalam Sipermari terintegrasi langsung dengan data BMN milik Kemenkeu.
 
"Dengan terkoneksinya Sipermari ke data base yang ada di Kementerian Keuanga tidak diperlukan lagi penginputan data ulang, sehingga dapat dipastikan tidak akan ada data BMN yang ganda," tutur Abdullah.
 
Lebih jauh, Abdullah menyebut peluncuran Sipermari merupakan komitmen MA mewujudkan peradilan yang modern. Selain Sipermari, MA juga tengah mengembangkan aplikasi lain berbasis Teknologi Informasi seperti Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di Pengadilan Tingkat Pertama dan Banding, Sistem Informasi Administrasi Perkara (SIAP) di tingkat Mahkamah Agung, aplikasi pengadilan elektronik (e-Court), dan Direktori Putusan untuk mempublikasikan putusan-putusan Mahkamah Agung.
 
"Semua aplikasi tersebut dikembangkan oleh sumber daya manusia Mahkamah Agung sendiri. Hal mana semakin memperjelas komitmen terhadap terwujudnya badan peradilan Indonesia yang modern berbasis teknologi informasi terpadu," ujarnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif