Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers penetapan tersangka suap perpajakan, Selasa, 4 Mei 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers penetapan tersangka suap perpajakan, Selasa, 4 Mei 2021. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

KPK: Suap Perpajakan Belum Sampai ke Panggung Terakhir

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi korupsi pajak Ditjen Pajak Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 05 Mei 2021 03:21
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Angin Prayitno Aji. Penahanan tersangka suap perpajakan pada 2016- 2017 itu tidak menjadi petanda kasus segera selesai. 
 
"Ini belum berakhir. Jadi ini bukan panggung terakhir, pertunjukannya belum tuntas. Ini baru awal daripada apa yang sudah ditemukan oleh penyidik," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 4 Mei 2021.
 
KPK juga belum menahan lima tersangka lain. Mereka ialah Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani; kuasa wajib pajak PT BPI Veronika Lindawati; kuasa pajak PT JB Agus Susetyo; serta dua konsultan pajak PT GMP Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Lembaga Antikorupsi masih harus mengulik informasi lain dalam kasus tersebut. KPK perlu memanggil saksi untuk menahan lima tersangka lainnya.
 
"Kita akan gali dan sudah kita temukan perbuatannya, bukti-bukti yang didapat, sehingga kita meyakini bahwa betul para tersangka ini adalah pelaku tindak pidana korupsi," ujar Firli.
 
Baca: Bank Panin Indonesia Diduga Suap Angin Prayitno Aji Rp5,4 Miliar
 
Angin dan Dadan diduga menyalahgunakan kewenangan dengan mengakomodasi perubahan jumlah kewajiban pajak sesuai keinginan wajib pajak. Keduanya bersekongkol memeriksa pajak tidak sesuai aturan.
 
Angin diduga menerima Rp15 Miliar dari PT GMP selama Januari sampai Februari 2018. Dia juga diduga terima SGD500 ribu dari kesepakatan Rp25 miliar dari PT BPI di pertengahan 2018. Selain itu, dia diduga disogok SGD3 juta dari PT JB pada Juli sampai September 2018.
 
Dia dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Ryan, Aulia, Veronika, dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif