Ketua KPK Firli Bahuri/MI/Susanto
Ketua KPK Firli Bahuri/MI/Susanto

Umbar Kepala Daerah 'Calon Pasien' KPK, Firli Disentil ICW

Nasional kpk Kepala Daerah
Fachri Audhia Hafiez • 11 November 2020 15:40
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Mantan Deputi Penindakan KPK itu menyebut akan menahan dua kepala daerah dalam waktu dekat. ICW menilai pernyataan tersebut tak perlu menjadi konsumsi publik.
 
"Harusnya hal-hal bersifat rahasia dan tidak dipublikasikan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 November 2020.
 
Menurut Kurnia, pernyataan Firli tersebut menunjukkan buruknya kualitas komunikasi dari seorang pimpinan KPK. Firli mestinya memahami bahwa pernyataan yang disampaikan memiliki implikasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kurnia khawatir kepala daerah yang dimaksud Firli melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti. Karena ciri-ciri kepala daerah yang bakal ditahan sudah dibeberkan KPK.
 
"Bukan tidak mungkin tersangka yang dimaksud oleh Firli dapat melarikan diri," ucap Kurnia.
 
Baca:Firli Sebut Dua Kepala Daerah Akan Menjadi 'Pasien' KPK
 
Kurnia menegaskan, KPK tak perlu gembar-gembor ke publik untuk melakukan penahanan. Lembaga Antikorupsi perlu gerak cepat.
 
Pihaknya juga meminta tak ada lagi pernyataan yang memantik turunnya kepercayaan masyarakat kepada KPK. Hal ini guna menjaga muruah Lembaga Antikorupsi.
 
"ICW mengingatkan kepada KPK agar menghentikan tindakan-tindakan atau pernyataan yang justru mengakibatkan kepercayaan publik semakin menurun sebagaimana disampaikan oleh Firli Bahuri," ucap Kurnia.
 
Sebelumnya, Firli Bahuri mengungkapkan ada dua kepala daerah yang akan menjadi 'pasien' KPK. Keduanya kemungkinan ditahan pada pekan depan.
 
"Minggu depan ada dua lagi bupati dan wali kota," kata Firli dalam webinar Pembekalan Pilkada Berintegritas 2020, Selasa, 10 November 2020.
 
Firli masih merahasiakan identitas kedua kepala daerah tersebut. Informasi detail akan disampaikan melalui konferensi pers yang biasa dilakukan KPK.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif