Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Istri Dicecar Soal Biaya Hidup Selama Hiendra Jadi Buronan KPK

Nasional kpk Kasus Suap Suap di MA
Siti Yona Hukmana • 30 Oktober 2020 20:09
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap istri tersangka Hiendra Soenjoto (HS), LI, dan temannya, VC, pada Kamis, 29 Oktober 2020. Orang dekat Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) itu dibawa ke KPK untuk diperiksa soal pelarian Hiendra.
 
"Dikonfirmasi mengenai kedekatan dengan tersangka HS dan pengetahuannya tentang keberadaan tersangka HS selama menjadi daftar pencarian orang (DPO) KPK," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2020.
 
Menurut dia, penyidik KPK juga mencecar keduanya terkait sumber biaya hidup dan fasilitas lain selama Hiendra menjadi buron. Keduanya telah selesai diperiksa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Usut Keterlibatan Teman Hiendra Soenjoto
 
"Telah kembali ke tempat masing-masing," ujar Ali.
 
Ali menyebut penyidik KPK akan mendalami lebih lanjut terkait penerapan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korups (Tipikor) dalam perkara tersebut. Pasal itu terkait ancaman hukuman pidana hingga 12 tahun bagi pihak yang merintangi proses hukum tipikor.
 
"KPK mengingatkan kepada pihak-pihak yang mengetahui dugaan kesengajaan merintangi dan menghalangi penyidikan dalam perkara tersangka HS ini untuk bersikap kooperatif," tutur Ali.
 
Hiendra ditangkap di salah satu apartemen yang dihuni temannya di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang Selatan, Banten. Keberadaan Hiendra terendus sejak Rabu, 28 Oktober 2020.
 
KPK membawa dua kendaraan yang diduga digunakan Hiendra selama pelarian. Penyidik juga membawa alat komunikasi, dan barang-barang pribadi milik buronan yang masuk DPO sejak sejak Selasa, 11 Februari 2020.
 
Hiendra menjadi tersangka karena diduga menyuap eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi hingga Rp45,7 miliar. Fulus diberikan melalui menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam penanganan perkara perdata PT MIT.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif