Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga
Gedung Kejaksan Agung RI, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga

Kejagung Dalami Kasus Jiwasraya ke Pejabat CIMB Niaga

Nasional Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 14 Februari 2020 20:44
Jakarta: Kejaksaan Agung memeriksa Head of Legal PT Bank CIMB Niaga, Fatahillah Moh Kanam, terkait kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Kejagung mendalami produk kerja sama Jiwasraya dengan pihak swasta, salah satunya CIMB Niaga.
 
"Bank CIMB Niaga salah satu bank swasta yang diajak kerja sama oleh PT Asuransi Jiwasraya dalam penjualan JS Saving Plan (produk asuransi Jiwasraya)," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum, Hari Setiyono, di Kejaksaan Agung, Jumat, 14 Februari 2020.
 
Penyidik juga memeriksa Yongki Teja, saksi yang keberatan rekeningnya diblokir. Selain itu, mantan Kepala Bagian Pengembangan Dana PT Asuransi Jiwasraya Mohammad Rommy turut diperiksa sebagai saksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korps Adhyaksa terus menjadwalkan pemeriksaaan saksi untuk mengungkap kasus yang ditaksir merugikan negara mencapai Rp17 triliun tersebut.
 
Kejagung Dalami Kasus Jiwasraya ke Pejabat CIMB Niaga
Kapuspenkum Kejagung Hari Setiono (baju putih). Foto: Medcom/Cindy
 
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan penyimpangan terhadap produk JS Saving Plan yang dijual oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero). JS Saving Plan merupakan produk yang memberikan kontribusi pendapatan tertinggi di Jiwasraya sejak 2015.
 
"Produk ini sebenarnya merupakan produk simpanan dengan jaminan return yang sangat tinggi dengan tambahan manfaat asuransi," kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Gedung BPK, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Penyimpangan dalam produk JS Saving Plan yaitu penunjukkan pejabat Kepala Pusat Bancassurance pada SPV pusat bancassurance tidak sesuai ketentuan. Selain itu, pengajuan cost of fund langsung dilaporkan kepada direksi.
 
"Pengajuan cost of fund langsung kepada direksi, tanpa melibatkan divisi terkait dan tidak didasarkan pada dokumen perhitungan COF dan review usulan COF atau cost of fund," jelas dia.
 
Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim.
 
Kejagung Dalami Kasus Jiwasraya ke Pejabat CIMB Niaga
Ilustrasi Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani
 
Selanjutnya, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif