Ilustrasi sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ilustrasi sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Hexana Disebut Sengaja 'Suntik Mati' Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Medcom • 13 Juli 2020 19:57
Jakarta: Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (PT AJS), Hexana Tri Sasongko, disebut memiliki andil dibalik ambruknya Jiwasraya. Bahkan dalam persidangan mulai terkuak jika Hexana sengaja suntik mati Jiwasraya.
 
Itu disampaikkan penasihat hukum Heru Hidayat, Aldres Napitupulu, dalam sidang lanjutan perkara Jiwasraya. Hexana disebut tidak bisa lepas tangan dan harus bertanggung jawab atas kasus Asuransi tertua di Indonesia itu.
 
"Jangan bak pahlawan kesiangan. Mau cuci tangan," kata Aldres di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin, 13 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Merujuk pada fakta persidangan sebelumnya, Hexana yang dihadirkan sebagai saksi mengakui menjual premi Jiwasraya Saving Plan (JSP) buat penyangga Jiwasraya.
 
"Produk yang berisiko tinggi itu pelan-pelan dikurangi bunganya. Itu juga diakui oleh Hexana saat ditanya oleh Hakim minggu lalu," kata dia.
 
Artinya, kata Aldres, Hexana mengakui bahwa JSP itu merupakan bentuk skema restrukturisasi 17 tahunan yakni dari 2009 hingga 2026. Dia juga mengakui bahwa bunga JSP itu makin tahun makin turun.
 
Menurut Aldres, keterangan Hexana itu jelas menegaskan memang Direksi Jiwasraya 2008-2018 merancang produk ini sebagai alternatif restrukturisasi setelah skema PMN dan Zerro Coupon Bond ditolak negara. Meski dia mengaku langkah itu dilakukan karena terpaksa.
 
Baca: Saksi Sebut Afiliasi Swasta dengan Direksi Jiwasraya Hanya Dugaan
 
Namun dibuat sedemikian rupa agar setiap tahunnya bunga diturunkan dan beban perusahaan semakin ringan. "Berdasarkan skema ini, perusahaan diyakini sudah berjalan smooth secara sehat pada 2026. Saat itulah JSP ini akan dihapus," kata Aldres.
 
Aldres mengatakan JSP ibarat tak ada tali akar pun jadi. JSP itu sebagai 'ban serep' supaya perusahaan tetap hidup dengan pelan-pelan mengurangi beban demi tertutupnya lubang insolvency Rp6,7 triliun yang diderita sejak 2008.
 
Dia mengaku aneh saat Hexana duduk memimpin, produk JSP ini dihentikan. Hal ini menimbulkan risiko yang ditanggung Jiwasraya.
 
"Nah, dia bukannya meneruskan skema restrukturisasi ini yang pada tahun itu (2018) sudah menawarkan bunga turun pada angka 6,5%, sudah sama kayak bunga deposito, malah dihentikan," katanya.
 
Aldres menilai tindakan Hexana semakin terlihat aneh. Sebab, JSP yang bunganya sudah 6,5% disetop, namun justru mengeluarkan Medium Term Note (MTM) atau surat utang jangka menengah dengan bunga 11,5%.
 
"Kesannya Hexana menyuntik mati Jiwasraya. Kita akan kejar terus keterangan-keterangannya semoga bisa pula terungkap motivasi apa di balik tindakannya tersebut. Kami harap teman-teman media kawal terus kasus ini dengan fair," kata dia.
 
Kasus Jiwasraya ini sudah berproses di pengadilan. Sidang hari beragendakan mendengarkan keterangan dari Hexana selaku saksi fakta yang dihadirkan oleh JPU untuk kasus ini.
 

(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif