KPK menahan mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
KPK menahan mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

KPK Tahan Eks Anggota BPK Terkait Suap SPAM PUPR

Nasional kpk Kasus Suap suap di bpk
Candra Yuri Nuralam • 03 Desember 2020 18:47
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil. Penahanan ini terkait kasus kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran (TA) 2017-2018.
 
"Ditahan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 3 Desember 2020 sampai dengan 22 Desember 2020," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Desember 2020.
 
KPK juga menahan Komisaris PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo. Dia ditahan selama 20 hari pertama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Djalil akan ditahan di rumah tahanan KPK cabang Gedung Merah Putih, Jakarta. Sementara itu, Leonardo ditahan di rumah tahanan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta.
 
Kedua tahanan itu akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari sebelum masuk ke rutan. Isolasi mandiri dilakukan di Kavling C1, Gedung ACLC KPK.
 
Suap terjadi saat Direktur SPAM Kementerian PUPR mendapat pesan permintaan uang terkait pemeriksaan oleh BPK senilai Rp2,3 miliar. Rizal menginformasikan bakal ada satu pihak yang mewakilinya bertemu Direktur SPAM Kementerian PUPR.
 
Baca: 55 Pejabat Kementerian PUPR Diduga Terima Suap SPAM
 
Perwakilan Rizal selanjutnya datang dan menyampaikan ingin ikut serta dalam proyek di lingkungan Direktorat SPAM. Proyek yang diminati ialah proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Permintaan itu disanggupi, proyek SPAM Hongaria dikerjakan PT Minarta Dutahutama.
 
Sebagai timbal balik, Leonardo melalui perantara menyampaikan akan menyerahkan uang Rp1,3 miliar dalam bentuk dolar Singapura untuk Rizal. Uang 100.000 dolar Singapura dalam pecahan 1.000 dolar Singapura diserahkan kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.
 
Djalil disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
 
Sementara itu, Leonardo disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif