Putri ketiga Jusuf Kalla, Muswira Jusuf Kalla, melaporkan Ferdinand Hutahean ke polisi. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Putri ketiga Jusuf Kalla, Muswira Jusuf Kalla, melaporkan Ferdinand Hutahean ke polisi. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahean Atas Dugaan Fitnah

Nasional jusuf kalla hoax Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 02 Desember 2020 19:47
Jakarta: Muswira Jusuf Kalla melaporkan mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahean dan pengamat politik Rudi S. Kamri ke Bareskrim Polri. Keduanya dipolisikan atas tuduhan menyebarkan berita bohong atau fitnah melalui media sosial.
 
"Saya di sini atas nama saya sebagai anaknya Pak Jusuf Kalla melaporkan Ferdinand Hutahean dan Rudi S Kamri atas tulisan-tulisan yang mereka buat. Tulisan tersebut menganggu martabat kami, saya, dan keluarga," kata Muswira di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Desember 2020.
 
Muswira mengatakan tulisan itu diunggah kedua terlapor di media sosial Twitter. Cuitan itu dinilai mengandung fitnah dan telah mengganggu nama baik keluarganya. Muswira menyebut upaya hukum yang dilakukannya telah mendapat restu sang Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Oh iya, tahu bapak (JK). Jadi sebagai warga negara Indonesia, saya berhak untuk melaporkan hal-hal yang menganggu hak asasi saya dan keluarga," ujar dia.
 
Putri ketiga Jusuf Kalla itu membawa sejumlah barang bukti yang diserahkan kepada penyidik. Barang bukti itu bisa memudahkan penyidik dalam melakukan penyelidikan.
 
"Ada beberapa sudah saya masukan, ada beberapa Twitter, YouTube, dan Facebook atas fitnah-fitnah yang mereka tulis," ujar Muswira.
 
Kuasa hukum Muswira, Muhammad Ikhsan, menjelaskan kasus yang dilaporkan kliennya berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia menyerahkan ke polisi untuk menilai laporan kliennya.
 
Ikhsan menuturkan unggahan yang dipersoalkan kliennya, yakni cuitan Ferdinand Hutahean terkait koper uang yang diberikan atas kepulangan Rizieq Shihab. Namun, Ikhsan tidak menyebutkan secara gamblang cuitan yang dipersoalkan.
 
"Persoalan fakta membawa keluar uang dan itu tidak pernah dilakukan bapak (Jusuf Kalla) sama sekali. Kami tidak terkait persoalan HRS (Rizieq)," tuturnya.
 
Baca: Jangan Mudah Percaya Kabar Burung di Media Sosial
 
Muswira didamping oleh 50 kuasa hukum dalam pelaporan ini. Laporan Muswira terdaftar dengan nomor ST/407/12/2020/Bareskrim. Muswira dan puluhan pengacaranya meminta kepolisian profesional mengusut kasus tersebut.
 
Salah satu cuitan Ferdinand yang diduga dipersoalkan, yaitu mengenai tudingan Jusuf Kalla sebagai dalang yang membantu kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi.
 
Dalam cuitan itu, Ferdinand menyamarkan nama tokoh dengan nama Caplin, Presiden, dan Si Asu Pemilik Bus Edan. Tiga istilah itu kemudian dikaitkan dengan Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
 
"Hebat juga si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sudah dipanasi lebih awal," demikian cuit Ferdinand pada Rabu, 4 November 2020.
 
Pengamat Rudi S Kamri juga dipersoalkan terkait hal sama. Rudi menuliskan sebuah tulisan yang berjudul 'Sang Bandar Chaplin Pun Akhirnya Keluar Sarang Karena Kepanasan'.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif