KPK-KY Sepakat Berantas Hakim Korup

Juven Martua Sitompul 14 Juli 2018 03:15 WIB
kasus korupsi
KPK-KY Sepakat Berantas Hakim Korup
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) berjabat tangan dengan Komisioner Komisi Yudisial. Foto: Medcom.id/Juven Martua Sitompul
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Komisi Yudisial (KY). Isi nota kesepahaman perihal memperkuat kerja sama dalam pencegahan dan penindakan terhadap hakim yang diduga terlibat praktik korupsi.

Ketua KY Jaja Ahmad Jayus mengatakan MoU dilakukan untuk memaksimalkan tugas pokok dan fungsi KY. Salah satu poin yang dibahas dalam perjanjian itu adalah pertukaran data dan informasi antar dua lembaga.

"Kami akan semakin tegas terhadap perilaku hakim yang menyimpang," kata Jaja di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.


Menurut Jaja, kerja sama KPK dengan KY sudah berjalan jauh-jauh hari. Bahkan, sedikitnya sudah ada dua operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim, yang informasinya berawal dari KY.

Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan ada lima poin kerja sama yang tertuang dalam nota kesepahaman tersebut. Lima poin itu yakni pertukaran data dan informasi, pencegahan korupsi, pendidikan dan pelatihan, kajian dan penelitian, serta penyedia narasumber dan tenaga ahli.

Agus menegaskan negara memiliki kewajiban untuk memperkuat integritas para pejabat negara termasuk hakim. Untuk itu, lanjut dia KPK ingin mendorong KY supaya lebih berani dalam menegakkan etika hakim.

"Dua lembaga ini lahir setelah reformasi, dan dimaksudkan untuk melakukan perbaikan sistem peradilan, terkait pencegahan dan pemberatasan korupsi," pungkas Agus.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id