20 Mobil Bupati Mojokerto Disita KPK
Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa mengenakan rompi oranye seusai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (30/4/2018). Foto: Antara/Nando
Jakarta: Sebanyak 15 orang dari perusahaan konstruksi diperiksa tim penyidi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polres Mojokerto. Mereka diperiksa sebagai saksi terkait kasus gratifikasi yang menjerat Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa (MKP).

"Pada para saksi diklarifikasi terkait dengan kegiatan pembangunan jalan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 7 Mei 2018.

Menurut Febri, pada 4 Mei 2018, penyidik juga telah memeriksa 18 saksi. Mereka terdiri dari unsur pegawai di LPSE, Dinas PU, dan pihak swasta.


"Selain itu, pada Jumat dan Sabtu (4-5 Mei 2018) tim juga telah menyita 20 kendaraan roda empat dalam proses penyidikan dugaan penerimaan gratifikasi oleh tersangka MKP," ujarnya.

Sebanyak 16 di antara 20 kendaraan yang disita KPK itu antara lain:
1. Nissan Xtrail 2004, abu-abu metalik
2. Nissan NAVARA
3. Nissan March 3 unit
4. Toyota Fortuner 2013, putih
5. Toyota Camry 2003, hitam
6. Toyota Yaris Tahun 2015, putih
7. Toyota Kijang Inova, abu-abu
8. Mitsubishi Pajero 2 unit
9. Mitsubishi Grandis 2006, hitam
10. Suzuki Swift, 2 unit
11. Suzuki A1J3 2014, merah
12. Suzuki Katana 1993, putih
13. Honda Jazz 2008, putih
14. KIA New Picanto Tahun 2010, merah
15. KIA New Rio 2012, putih
16. Daihatsu TAFT 1997, abu-abu

Febri mengatakan hingga kini lembaganya terus menelaah sejumlah informasi terkait dugaan adanya gratifikasi lain yang diterima Mustofa.

"Penyidik terus mengembangkan informasi dugaan penerimaan gratifikasi lain oleh tersangka MKP," kata dia.

Baca: Bupati Mojokerto Jadi Tersangka Suap dan Gratifikasi

Mustofa ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Infrastucture, Ockyanto (OKY), dan Direktur Operasi PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, Onggo Wijaya (OW).

Dalam kasus ini, Mustofa diduga menerima suap dari Ockyanto dan Onggo Wijaya untuk memuluskan izin prinsip pemanfaatan ruang (IPPR) dan izin mendirikan bangunan pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015.

"Dugaan suap yang diterima MKP terkait perizinan menara telekomunikasi sebanyak Rp2,7 miliar," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 30 April 2018.





(UWA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360