Ilustrasi gratifikasi/Medcom.id
Ilustrasi gratifikasi/Medcom.id

Jelang Lebaran, KPK Ingatkan Pejabat Tolak Gratifikasi

Nasional KPK Gratifikasi Kasus Suap pencegahan korupsi Penegakan Hukum
Candra Yuri Nuralam • 20 April 2022 10:16
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pejabat konsisten menolak gratifikasi saat lebaran. Penerimaan gratifikasi saat lebaran bisa menimbulkan konflik kepentingan.
 
"KPK mengimbau pimpinan KLPD dan BUMN/D memberikan imbauan internal kepada pegawai negeri di lingkungan kerjanya agar menolak gratifikasi baik berupa uang, bingkisan atau parsel, fasilitas, dan bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban dan tugasnya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang pencegahan KPK Ipi Maryati melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022.
 
Imbauan sesuai Surat Edaran KPK Nomor 09 Tahun 2022 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi terkait Hari Raya. Penyelenggara negara diminta melapor jika penerimaan gratifikasi tidak bisa ditolak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Wajib melaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari kerja sejak gratifikasi diterima," ujar Ipi.
 
KPK bakal mengolah gratifikasi yang dilaporkan sesuai aturan yang berlaku. Jika gratifikasi berupa makanan yang gampang busuk atau kedaluarsa akan dibagikan ke panti asuhan, panti jompo, dan pihak yang membutuhkan.
 
Baca: Ini Faktor Penyebab Terjadinya Korupsi Menurut Firli Bahuri
 
"Dan melaporkan kepada instansi masing masing disertai dokumentasi penyerahan. Selanjutnya instansi melaporkan rekapitulasi penerimaan tersebut kepada KPK," tutur Ipi.
 
Pelaporan gratifikasi bisa dilakukan dengan mengakses laman KPK dan menghubungi 198. Pejabat juga dilarang meminta tunjangan hari raya (THR) ke pihak lain.
 
"Para aparatur negara juga dilarang melakukan permintaan dana, sumbangan dan hadiah sebagai THR, kepada masyarakat, perusahaan, ataupun penyelenggara negara lainnya, baik secara lisan atau tertulis, karena dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi," ucap Ipi.k

 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif