Ilustrasi. Dok Media Indonesia.
Ilustrasi. Dok Media Indonesia.

Kejagung Periksa Enam Saksi Korupsi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Candra Yuri Nuralam • 01 April 2020 20:49
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil enam saksi kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Salah satunya, Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Merah Prima, Christian.
 
Lima saksi lain, yaitu broker PT Mirea Aset Sekuritas, Arisandhi Indro Dwi Satio; Direktur Teknik PT AJS, Rianto Ahmadi; Dirut PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasimen; sales PT Trimegah Sekuritas akun Po Saleh, Kartono Subandi; dan seorang pemilik SID bernama Tommy Iskandar Widjaja. Seorang ahli pidana juga dipanggil dalam pemeriksaan kali ini.
 
"Sedangkan Ahli yang diperiksa adalah Irvan Rahardjo dari Badan Mediasi dan Arbitase Asuransi Indonesia yang merupakan ahli di bidang asuransi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiono di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari mengatakan keenam saksi yang diperiksa diduga kuat mengetahui aliran rasuah para tersangka dalam kasus ini. Keterangan mereka semua bakal dipakai penyidik untuk menguatkan bukti-bukti.
 
"Digunakan untuk pembuktian berkas perkara atas nama tersangka BT, HH, dan JHT yang masih dalam proses pemberkasan," ujar Hari.
 
Baca: Kejagung Sita 87 Aset Tersangka Korupsi Jiwasraya
 
Kejagung menetapkan enam tersangka kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro; Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat; Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hary Prasetyo; dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Teranyar, Benny dan Heru ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 

(JMS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif