Polisi Militer menggelar barang bukti kasus pembunuhan yang melibatkan Letda RW. Medcom.id/Yurike Budiman
Polisi Militer menggelar barang bukti kasus pembunuhan yang melibatkan Letda RW. Medcom.id/Yurike Budiman

Proses Hukum Anggota TNI yang Terlibat Pembunuhan Akan Transparan

Nasional tni penganiayaan pembunuhan
Zaenal Arifin • 07 Juli 2020 21:51
Jakarta: Penegakan hukum kepada anggota TNI AL Letda RW serta TNI AD, Sertu H dan Koptu S dipastikan berjalan transparan, objektif, profesional, dan proporsional. Ketiganya diduga terlibat dalam pembunuhan terhadap Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim Jakarta Barat, Serda R. H. Saputra, dan perusakan Hotel Mercure, Tambora, Jakarta Barat.
 
"Kami persilakan rekan-rekan media untuk mengikuti proses penuntutan dan persidangan dengan sebaik-baiknya," ujar Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Mayjen TNI Eddy Rate Muis di Kantor Oditurat Militer II-7 Jakarta Timur, Selasa, 7 Juli 2020.
 
Eddy mengatakan Polisi Militer AL dan AD telah merampungkan penyidikan kasus pembunuhan ketiga tersangka serta barang bukti sudah diserahkan ke Oditur Militer II-7 Jakarta untuk proses penuntutan dan persidangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi pekerjaan kami penyidikan sudah selesai," ujar dia.
 
Baca: Berkas Pembunuhan Babinsa di Tambora Diserahkan ke Oditur Militer
 
Di samping itu, Eddy mengapresiasi kerja penyidik dari Polda Metro yang menangkap pelaku perusakan Hotel Mercure dari warga sipil. Total ada enam warga sipil yang terlibat dalam perusakan Hotel Mercure.
 
Letda RW diduga melakukan pembunuhan terhadap Serda Saputra pada Senin, 26 Juni 2020. Saat kejadian itu, Serda Saputra sedang menjaga lokasi karantina covid-19 di Hotel Mercure Batavia, Tambora, Jakarta Barat.
 
Letda RW dibantu Sertu H dan Koptu S dalam menjalankan aksinya itu. Sertu H dan Koptu S diduga terlibat dalam perusakan Hotel Mercure. Bahkan, salah satu pelaku juga meminjamkan senjata apinya kepada Letda RW.
 
Letda RW kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat tiga pasal sekaligus, yakni pasal pembunuhan, perusakan di tempat umum, dan penyalahgunaan senjata api. Sertu H dan Koptu S juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.
 
Adapun Letda RW sudah ditahan di Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal). Sementara itu, Sertu H dan Koptu S ditahan di Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya).
 
Selain ketiga prajurit TNI, ada enam tersangka lain dari pihak sipil saat ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif