Penyidik KPK Novel Baswedan di rumahnya, Jakarta Utara, Minggu, 14 Juni 2020. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Penyidik KPK Novel Baswedan di rumahnya, Jakarta Utara, Minggu, 14 Juni 2020. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Novel Baswedan Tak Berharap Apa pun kepada Pengadilan

Nasional novel baswedan
Antara • 16 Juli 2020 07:12
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak banyak berharap atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) kepada dua penyerangnya. Dia kecewa dengan proses hukum yang sudah berjalan dalam kasus teror air keras ini.
 
"Saya tidak taruh harapan apa pun, sekali pun dihukum berat apalagi dihukum ringan karena peradilan ini sudah didesain untuk gagal, seperti peradilan sandiwara," kata Novel di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2020.
 
Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Utara menuntut satu tahun penjara kepada terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Kedua polisi itu dinilai tidak sengaja menyiramkan air keras ke mata Novel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka dianggap hanya ingin memberikan pelajaran kepada Novel dengan menyiramkan asam sulfat ke badan, tetapi di luar dugaan mengenai mata. Keduanya dituntut berdasarkan dakwaan subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis akan pada sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis ini.
 
"Proses sidang sudah sedemikian jauh belok, bagaimana mungkin bisa diharap pada putusannya? Kalau seandainya putusan berat tapi pelakunya bukan dia bagaimana? Belum lagi fakta sidang yang menjadi basis putusan, sulit bagi hakim merangkai sendiri fakta yang jauh berbeda dengan jaksa.Apakah baik putusan berat terhadap fakta yang bengkok?" tambah Novel.
 
Menurut dia, bila hakim memvonis dengan fakta yang bengkok, malah menjadi legitimasi untuk menutupi kajian sebenarnya dan pelaku lainnya. Pada dasarnya, kata dia, menghukum orang harus dengan fakta obyektif berbasis alat bukti.
 
"Tidak boleh menghukum orang yang tidak berbuat, sekali pun yang bersangkutan menghendaki tapi tidak didukung bukti yang memadai. Jangan dipaksakan dengan mengkondisikan fakta atau mengada-adakan bukti," tambah Novel.
 
Persidangan, jelas Novel, mestinya untuk menemukan kebenaran materiel, bukan untuk justifikasi atas dasar kepentingan agar ada pelaku. Bila tidak ada kualifikasi bukti yang memadahi, terdakwa dinilai harus dibebaskan.
 
"Jangan sampai wajah hukum semakin rusak dengan banyaknya kejanggalan dalam proses hukum ini," tegas Novel.
 
Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo mengatakan harapan masyarakat terhadap keadilan ada di tangan majelis hakim. Masyarakat akan melihat apakah hakim akan menghukum ringan sesuai tuntutan jaksa atau menghukum berat karena pelaku telah menyerang aparat pemberantas korupsi.
 
"Ini seperti yang dilakukan pengadilan Malaysia sebagai bentuk perlindungan aparatnya atau bahkan mungkin juga membebaskan karena berdasar fakta persidangan bukan mereka pelakunya," kata Yudi.
 
Apa pun vonisnya, Yudi mengaku jalan panjang pengungkapan kasus yang sudah berjalan tiga tahun lebih tersebut belum berakhir. Hal ini mengingat aktor intelektual belum terungkap dalam fakta persidangan, sedangkan motif penyerangan belum jelas karena hanya berdasarkan pengakuan terdakwa.
 
"Itulah sebabnya kami dan tim kuasa hukum bersama-sama memantau jalannya persidangan," tambah Yudi.
 
Baca:Vonis Penyerang Novel Dibacakan Hari Ini
 
Yudi menilai bila kasus penyerangan Novel Baswedan itu benar-benar terungkap dan memberikan efek jera bagi orang lain. Dengan begitu, tidak ada lagi teror terhadap pegawai negara.
 
"Karena negara melalui perangkat hukumnya akan melindungi penegak hukumnya dengan menghukum secara keras dan tegas bagi pelaku peneror aparatnya. Kami berharap dengan akan selesainya proses persidangan ini, Presiden (Joko Widodo) akan membentuk tim gabungan pencari fakta mencari para pelaku sebenarnya dan motif yang tidak terungkap di persidangan," ungkap Yudi.
 

(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif