Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati
Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati

Anak Buah Samin Tan Mangkir Panggilan KPK

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 23 Februari 2019 01:02
Jakarta: Pegawai PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), Vera Likin mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Pegawai dari anak usaha Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk milik pengusaha Samin Tan itu sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
"Penyidik belum memperoleh konfirmasi atas ketidakhadirannya," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satu saksi swasta bernama Fitrawan Tjandra alias Oscar juga mangkir dari panggilan penyidik. Oscar juga tidak memberi alasan terkait ketidakhadirannya dalam pemeriksaan tersebut.
 
"Penyidik juga belum memperoleh konfirmasi terkait ketidakhadiran saksi Fitrawan Tjandra alias Oscar," pungkas Yuyuk.
 
KPK menetapkan pemilik PT BLEM Samin Tan sebagai tersangka baru kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Samin Tan diduga telah menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.
 
Suap diberikan agar Eni membantu proses pengurusan terminasi kontrak perjanjian karya usaha pertambangan batubara (PKP2B) PT AKT di Kementerian ESDM. Diduga, PT BLEM milik Samin Tan telah mengakuisisi PT ATK.
 
Eni pun akhirnya menyanggupi permintaan itu dan memengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM. Posisi Eni kala itu dalam rapat sebagai anggota Panja Minerba di Komisi VII DPR RI.
 
Dalam proses penyelesaian itu, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tanuntuk keperluan Pilkada suaminya, Muhammad Al Khadziq di Kabupaten Temanggung. Pemberian itu terjadi dalam dua tahap melalui staf Samin Tan dan tanaga ahli Eni.
 
Pertama, pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pemberian kedua terjadi pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar. Total suap yang diterima Eni dari Samin Tan sebanyak Rp5 miliar.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif