Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman dan kuasa hukum di Mapolda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman dan kuasa hukum di Mapolda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Dalih Munarman Terkait Rekaman Penganiayaan

Nasional Ninoy Karundeng
Kautsar Widya Prabowo • 10 Oktober 2019 03:55
Jakarta: Sekertaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengaku belum melihat rekaman CCTV di Masjid Al-Falah, Jakarta Pusat. Rekaman tersebut diduga mendokumentasikan penculikan dan penganiyaan terhadap relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng.
 
"Saya sendiri belum lihat (isi rekaman CCTV), saya belum dapat sama sekali (rekaman CCTV)," ujar Munarman, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 9 Oktober 2019.
 
Pernyataan Munarman dilontarkan setelah dia diperiksa penyidik Polda Metro Jaya selama 10 jam lebih. Elite FPI ini diperiksa terkait penghapusan rekaman CCTV oleh sekertaris dewan kemakmuran masjid (DKM) Masjid Al-Falah, Supriyadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Munarman menegaskan dirinya tak ada di lokasi saat Ninoy diculik dan dianiaya di Masjid Al-Falah, pada Senin, 30 September 2019. Hal ini dijelaskan ke penyidik.
 
"Intinya tentang apakah saya mengetahui peristiwa di Masjid Al-Falah. Saya bilang saya tidak tahu peristiwa itu," tuturnya.
 
Penyidik juga menanyakan komunikasi Munarman dan Supriyadi via aplikasi Whatsapp. Dia membantah memerintahkan Supriyadi menghapus rekaman CCTV.
 
"Saya minta CCTV itu (ke Supriyadi) untuk saya lihat selaku orang hukum. Sehingga saya bisa menilai dan memperkirakan langkah-langkah hukum apa yang perlu saya berikan kepada pengurus masjid," sambungnya.
 
Munarman keluar dari Gedung Resmob Mapolda Metro Jaya pada 22.30 WIB. Dia diperiksa sejak pukul 11.20 WIB. Polda Metro Jaya menetapkan 13 tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng.
 
Tiga dari belasan orang tersangka itu dijerat menggunakan UU ITE. Mereka terbukti merekam dan menyebarkan video Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.
 
Sedangkan, tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar, dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif