Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meresmikan Gedung Promoter RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat meresmikan Gedung Promoter RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari.

UU Keterbukaan Bisa Paksa Kapolri Buka-bukaan

Nasional novel baswedan
Whisnu Mardiansyah • 11 Juli 2019 09:36
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Nasir Jamil mengatakan masyarakat bisa menuntut Kapolri Jenderal Tito Karnavian membeberkan tiga nama jenderal aktif polisi yang diperiksa Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan. Kapolri dituntut transparan memberikan informasi hasil investigasi TGPF ke publik.
 
"Bisa saja nanti ada UU Keterbukaan Informasi Publik (Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008) bisa saja sekelompok orang minta ke Kapolri atau bisa saja lewat jalur hukum nanti pengadilan memutuskan. Tapi, kita harapkan Kapolri tidak seperti itu," kata Nasir di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Menurut dia, seperti yang diungkapkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), tiga jenderal aktif itu sudah ada di tangan Kapolri sejak menerima hasil investigasi TGPF dua hari lalu. Kredibilitas kepolisian dipertaruhkan dalam kasus ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi ini ujian bagi Kapolri untuk tegakan integritas dan kredibilitas institusinya, apalagi beliau sendiri yang mengumandangkan apa yang disebut profesional dan terpercaya," ucap dia.
 
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap ada kemauan politik Kapolri menuntaskan kasus ini seterang-terangnya. Pasalnya, menutup-nutupi kasus ini justru mencoreng institusi Korps Bhayangkara itu sendiri.
 
Baca: Wadah Pegawai KPK Mendesak Jokowi Bentuk TGPF
 
"Kepolisian kan rugi kemudian ketika tidak disampaikan terang benderang ke publik karena tim sudah kerja dan saya pikir tim yang ada dalam pencari fakta itu bukan kacang-kacangan," pungkas dia.
 
Kapolri telah memegang hasil pengusutan kasus penyerangan Novel Baswedan dari TGPF. Tito menerima laporan tim gabungan dua hari lalu dan butuh mempelajarinya hingga sepekan.
 
Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017, usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap pelaku atau otak intelektual dari teror keji pada penyidik senior KPK itu.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif