Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Medcom.id/Cindy
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Medcom.id/Cindy

MAKI Bakal Usulkan Sejumlah Saksi Tekait Kasus Surat Jalan Palsu

Nasional kasus korupsi Djoko Tjandra
Siti Yona Hukmana • 10 Agustus 2020 08:45
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengusulkan sejumlah saksi yang bisa diperiksa terkait kasus surat jalan palsu untuk terpidana Djoko Soegiarto Tjandra. Usulan itu akan disampaikan langsung ke Bareskrim Polri.
 
"Ada empat saksi, tiga dari pihak swasta dan satu aparat penegak hukum," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Agustus 2020.
 
Boyamin belum mau mengungkap sosok empat saksi tersebut. Dia bakal menyampaikan identitas keempatnya setelah menyerahkan daftar saksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Boyamin bakal menyambangi Bareskrim Polri pukul 11.00 WIB Senin, 10 Agustus 2020. Dia menyebut Keempat saksi berkaitan dengan Brigjen Prasetyo Utomo dan Anita Kolopaking yang ditetapkan sebagai tersangka surat jalan palsu.
 
Saksi-saksi itu dinilai mengetahui, melihat, dan mendengar terkait kasus surat jalan palsu untuk Djoko. Keterangan saksi dapat membuat peristiwa tersebut terang benderang.
 
(Baca: Anita 'Jembatan' Djoko Tjandra ke Brigjen Prasetyo)
 
Dia menuturkan saksi belum tentu terlibat atau tidak terlibat sama sekali dengan suatu peristiwa tindak pidana. Namun, keterangannya dibutuhkan untuk menambah atau memperkuat alat bukti yang sudah dimiliki penyidik.
 
"Kami selalu berupaya membantu penegak hukum dalam hal ini Bareskrim untuk mempercepat penanganan suatu perkara termasuk sengkarut Djoko Tjandra," tutur Boyamin.
 
Brigjen Prasetyo Utomo dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri. Dia terbukti terlibat dalam pembuatan surat jalan palsu untuk narapidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra.
 
Brigjen Prasetyo ditetapkan sebagai tersangka pada Senin, 27 Juli 2020. Dia ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.
 
Sementara itu, kuasa hukum Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 30 Juli 2020. Dia terbukti meminta Brigjen Prasetyo Utomo membuat surat jalan palsu dan surat bebas virus korona (covid-19) untuk Djoko Tjandra. Anita juga ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif