Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri
Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Tegaskan Pemanggilan Hakim Tak Melanggar Aturan

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Candra Yuri Nuralam • 07 Agustus 2020 15:21
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pemanggilan hakim untuk membongkar kasus korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi tak melanggar hukum. KPK bebas memanggil siapa pun sebagai saksi sesuai kebutuhan.
 
"Dalam proses penyidikan perkara, penyidik KPK tentu berwenang memanggil siapa pun sebagai saksi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Jumat, 7 Agustus 2020.
 
Ali menjelaskan pemanggilan hakim dalam kasus Nurhadi sudah dipertimbangkan dengan matang oleh penyidik. Hakim yang dipanggil mengetahui informasi yang dibutuhkan penyidik untuk penguatan bukti rasuah Nurhadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun demikian harus pula dipahami, saksi yang KPK panggil bukan berarti adalah orang-orang yang terlibat dalam bagian rangkaian perbuatan tersangka, akan tetapi bisa karena kepentingan memperjelas pembuktian perbuatan yang dipersangkakan terhadap tersangka," papar Ali.
 
(Baca: ICW Kecam Sikap Resisten MA di Kasus Nurhadi)
 
Dia menuturkan pemanggilan hakim dalam kasus itu juga tidak didasari latar belakang Nurhadi sebagai insan pengadilan. KPK memastikan pemanggilan sesuai prosedur yang berlaku.
 
"Para saksi diharapkan dapat membantu penyidik menemukan kebenaran fakta yang ada dalam proses penyidikan sampai tahap berikutnya nanti ketika di persidangan," tegas Ali.
 
Dua Hakim Agung Panji Widagdo dan Sudrajad Dimyati dipanggil KPK, Selasa, 4 Agustus 2020. Beberapa hakim lain juga dipanggil dalam kasus ini.
 
MA menilai KPK salah jalur memeriksa beberapa hakim dalam kasus Nurhadi. Hal itu dinilai bertentangan dengan Surat Edaran MA Nomor 04 Tahun 2002 tentang Pejabat Pengadilan yang Melaksanakan Tugas Yustisial Tidak Dapat Diperiksa.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif