NEWSTICKER
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Polda Metro Buru Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta

Nasional aborsi ilegal
Siti Yona Hukmana • 19 Februari 2020 16:20
Jakarta: Polda Metro Jaya memburu klinik aborsi ilegal lain di Jakarta. Polisi sudah mengantongi sejumlah klinik itu.
 
"Ada di Jakarta Pusat lebih dari satu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Yusri menuturkan pihaknya juga menemukan klinik aborsi ilegal di Jakarta Timur. Namun, dia belum mau mengungkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan disebut lah, nanti lari (tersangka) enggak jadi kita tangkap, rugi dong," kata dia.
 
Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap klinik aborsi ilegal, di Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020. Tiga tersangka; dokter berinisial MM alias dokter A; bidan berinisial RM; dan tenaga administrasi berinisial SI ditangkap.
 
Polda Metro Buru Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta
Klinik aborsi ilegal di Paseban, Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
 
RM residivis praktik aborsi ilegal di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Ia divonis hakim tiga tahun penjara dan pernah mendekam di Rutan Pondok Bambu Jakarta.
 
RM lulusan sekolah perawat kesehatan di Sumatra Utara. Dia merupakan mitra kerja MM yang berperan sebagai salah satu bidan yang turut melakukan aborsi.
 
Dia juga mempromosikan klinik Paseban dengan iming-iming penindakan dilakukan dokter profesional, alat yang steril dan harga terjangkau.
 
Tersangka dijerat Pasal 83 Juncto Pasal 64 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan dan atau Pasal 75 ayat (1), Pasal 76, Pasal 77, Pasal 78 Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undnag-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Juncto Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif