Ilustrasi Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (kiri) inspeksi pasukannya di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 20 November 2020. Medcom.id/Christian
Ilustrasi Panglima Kodam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (kiri) inspeksi pasukannya di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat 20 November 2020. Medcom.id/Christian

Pangdam Jaya Akan Terus 'Serang' Masyarakat yang Membandel

Nasional tni fpi Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 23 November 2020 16:17
Jakarta: Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman memastikan pencopotan baliho yang meresahkan masyarakat akan terus berlanjut. Tindakan itu disebut sebagai serangan yang mengedepankan keselamatan masyarakat.
 
"Momentum serangan jangan sampai terhenti. Jadi terus kita lanjutkan tugas ini, yang penting untuk kepentingan rakyat, khususnya di Jakarta," kata Dudung di markas Komando Daerah Militer Jayakarta (Kodam Jaya), Jakarta Timur, Senin, 23 November 2020.
 
Prajurit Kodam Jaya bersama kepolisian dan Satpol PP baru-baru ini menurunkan sejumlah baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. Baliho itu dianggap sudah meresahkan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dudung memastikan saat ini situasi Jakarta sudah aman. Masyarakat yang sempat resah dengan ramainya pemasangan baliho kegiatan Rizieq juga sudah mulai membaik.
 
Baca: TNI Diharapkan Tidak Terjebak Politik Praktis
 
Di samping itu, Dudung memastikan FPI tidak akan menyelenggarakan reuni 212 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Dia sudah memegang surat pernyataan dari FPI untuk tidak menggelar acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan tersebut.
 
"Kalau sudah ada pernyataan kemudian dia langgar enggak ada cerita, saya dengan polisi bertindak tegas. Enggak ada orang semaunya di sini, seperti dia paling benar sendiri," tegas Dudung.
 
Menurut dia, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga ditentang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kegiatan itu dapat melanggar Peraturan Daerah Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Menangani Covid-19 di Jakarta.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif