Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. DOK Humas DKI
Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. DOK Humas DKI

Kapolda Metro: Pengganti Lafaz Azan Akan Saya Kejar

Nasional ujaran kebencian undang-undang ite
Siti Yona Hukmana • 04 Desember 2020 16:36
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran mengecam keras azan berlafaz jihad. Dia menegaskan pelaku bakal ditindak tegas.
 
"Pelaku yang mengganti lafaz azan dari hayya alal sholah menjadi hayya alal jihad akan kami kejar terus. Mau sembunyi di lubang tikus juga akan saya kejar," tegas Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Fadil menegaskan pelanggar bakal dijerat sesuai undang-undang yang berlaku. Termasuk, mereka yang kerap berbuat onar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Negara ini tidak boleh kalah dengan premanisme, radikalisme, dan intoleransi. Semua ormas yang berperilaku seperti preman akan kami tindak tegas," ujar mantan Kapolda Jawa Timur itu.
 
Sebelumnya, Subdit II Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap penyebar video azan berlafaz jihad berinisial H. Dia ditangkap di kediamannya Cakung, Jakarta Timur pukul 04.30 WIB, Kamis, 3 Desember 2020.
 
(Baca: Polisi Duga Penyebar Video Azan Berlafaz Jihad Simpatisan FPI)
 
Kurir kliring dokumen itu menyebarkan video azan berlafaz jihad melalui akun Instagram pribadinya @hashophasan. Dia mendapatkan video itu dari WhatsApp Group (WAG) Forum Muslim Cyber One (FMCO) News. Kemudian menyebarkannya secara masif.
 
H dijerat Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). H terancam pidana penjara maksimal enam tahun dan/ atau denda paling banyak Rp1 miliar.
 
Sebuah video azan berdurasi 30 detik beredar di media sosial WhatsApp. Dalam video itu tampak lima orang pria, satu muazin, dan empat makmum.
 
Awalnya, Muazin melafazkan azan seperti biasa. Namun, dia mengucapkan kalimat hayya alal jihad di bagian akhir azan, bukan hayya alal shalah. Ucapan itu diikuti empat makmum sambil mengepal dan mengangkat satu tangan.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif