Pengawasan Residivis Kasus Terorisme Dinilai Lemah

Intan Yunelia 07 Juli 2018 03:53 WIB
terorisme
Pengawasan Residivis Kasus Terorisme Dinilai Lemah
Ilustrasi - Medcom.id
Jakarta: Pengamat terorisme Ridlwan Habib menilai pengawasan mantan narapidana kasus terorisme masih lemah. Hal itu menyusul fakta bahwa terduga pelaku aksi teror bom di Pasuruan, Jawa Timur, diketahui residivis kasus terorisme. 

Ridlwan menyebut ini bukan kali pertama. Dia menyatakan kasus bom di Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu, juga dilakukan oleh pesakitan kasus yang sama. 

"Kemudian serangan (bom) Thamrin, residivis 2016. Lagi-lagi ini selalu berulang,” kata Ridlwan di Primetime News Metro TV, Jumat, 6 Juli 2018.


Menurut Ridlwan, harus ada peraturan pemerintah yang lebih rinci mengatur secara pasti pengawasan mantan napi terorisme secara berkala. Dalam penelitiannya, Ridlwan menemukan fakta narapidana kasus terorisme di 13 lapas tak banyak berubah usai bebas.

"Misalnya ini ada napi keluar dari lapas kemudian toiga bulan pertama tanggung jawabnya, misalnya polisi. Tiga bulan berikutnya polisi di wilayah dia tinggal dan itu yang harus diatur," jelasnya. 

Ridlwan menyatakan, tak sedikit pelaku terorisme justru lebih radikal usai dipenjara. Dia menduga hal ini terjadi lantaran narapidana terorisme ditempatkan dalam satu tempat.

“Seharusnya idealnya penjara itu membuat seseorang menjadi lebih baik dan lebih normal, dan bertobat. Ini sebaliknya, menjadi makin radikal, makin ahli, dan memiliki banyak jaringan,” ucap Ridlwan.

Menurut Ridlwan, Undang-undang Antiterorisme yang baru disahkan DPR juga belum mengakomodasi aturan pemenjaraan narapidana terorisme. Utamanya, terkait kebijakan bisa tidaknya narapidana terorisme ditempatkan terpisah, atau dengan lapas khusus. 

“Apakah satu napi itu satu sel atau apakah semua napi yang kaitannya kasus terorisme itu di kelompokkan menjadi satu dan tidak boleh berinteraksi dengan napi lain. Karena napi lain ini ketika berinteraksi dengan napi teroris ini terpengaruh," ujarnya.



(AGA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id