Ketua Komnas HAM Choirul Anam (tengah). Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Ketua Komnas HAM Choirul Anam (tengah). Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Komnas HAM Serahkan Dokumen Pelanggaran HAM Rumah Geudong

Nasional komnas ham
Whisnu Mardiansyah • 10 September 2018 03:18
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menyerahkan dokumen hasil penyelidikan dugaan pelanggaran HAM Rumah Geudong Aceh ke pemerintah. Komnas HAM meminta pemerintah menindaklanjuti hasil penyelidikan itu. 
 
"Per tanggal 28 Agustus 2018 sudah kami serahkan ke Kejaksaan. Semoga bisa naik ke penyidikan," kata Ketua Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Imparsial Tebet, Jakarta Selatan, Minggu 9 September 2018. 
 
Komnas HAM mencatat ada lima insiden pelanggaran selama periode 1989-2004 saat masa status darurat operasi militer (DOM) di Aceh. Lima kasus ini telah memenuhi unsur kategori pelanggaran HAM. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada skema sistematis mulai dari kebijakan pemerintah menerapkan Aceh sebagai DOM. Aparat TNI disebar di pos-pos mulai dari kecamatan hingga ke desa-desa yang diduga menjadi markas kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 
 
"Salah satu yang paling popluer adalah Rumah Geudong. Sekitar tahun 1998 (Mantan Jaksa Agung) Baharuddin Lopa datang dan Rumah Geudongnya dibakar," jelas Choirul. 
 
Rumah Geudong adalah bangunan yang menjadi pos strategi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) pada saat itu. Namun, Choirul menyebut tempat itu diduga menjadi sarana eksekusi dan penyiksaan orang-orang yang diduga kombatan GAM. 
 
"Malah yang disasar adalah tokoh hingga tetangga yang mengenal (GAM) untuk memberikan informasi di mana mereka, di mana logistik, persenjataan dan pelatihan (GAM)," kata Choirul. 
 
Choirul menambahkan banyak masyarakat sipil yang terlibat konflik justru mendapatkan perlakuan kasar dan cenderung kejam saat mereka tak bisa memberikan informasi mengenai keberadaan GAM. 
 
"Kalau mereka engak memberikan informasi maka mendapat penyiksaan sangat parah. Mereka asal difitnah," ujar dia.
 
Selain Rumah Geudong ada beberapa lokasi lainnya di Aceh. Namun, Rumah Geudong diduga tempat paling parah terjadi penyiksaan dan eksekusi. 
 
"Penyiksaan di sini lebih kejam. Makanya dokumen ini kami kasih judul Rumah Geudong dan pos statis lainnya," ujar Anam. 
 
Selama penyelidikan, Komnas HAM telah memeriksa 65 saksi untuk menyelidiki kasus ini kurang lebih selama 8 bulan terakhir. Setidaknya ada lima jenis kejahatan selama DOM di Aceh.
 
"Ada 5 element of crime mulai dari kekerasan seksual, perampasan kemerdekaan, pembunuhan dan penyiksaan," pungkasnya. 
 
(DRI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif