Produsen Liquid Vape Narkoba juga Jual Ekstrak Ganja

Siti Yona Hukmana 08 November 2018 20:14 WIB
narkoba
Produsen Liquid Vape Narkoba juga Jual Ekstrak Ganja
Pelaku pembuat liquid vape narkoba - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Produsen narkotika jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA), TY mengaku juga menjual ekstrak ganja. Dia menilai ekstrak ganja baik untuk kesehatan. 

"Awal mulanya saya lihat di luar itu banyak manfaat dari ekstraksi ganja sendiri. Jadi kita melihat ganja hanya sebatas represionalnya saja, sebenarnya banyak banget manfaat dari ganja tersebut. Tapi dengan dosis yang pas," kata TY di Jalan Janur Elok VII Blok QH5 Nomor 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 8 November 2018.

TY mengaku konsumsi ekstrak ganja yang pas baik untuk stres. Narapidana narkotika di Lapas Cipinang itu mengaku sudah 15 tahun mengonsumsi ekstrak ganja. 


Dia kemudian mencoba untuk menjual. "Saya enggak jual ganja, saya jual ekstraknya saja," kilah dia. 

TY mengaku peralatan untuk membuat ekstrak ganja dicicil selama satu tahun. Pembelian peralatan itu dari hasil mengedarkan narkoba jenis tembakau gorila. 

"Iya, tembakau gorila itu untuk saya cari modalnya, keluarga saya juga bukan keluarga mampu ya mungkin dari situ sedikit-sedikit (mengumpulkan modal membeli peralatan)," beber dia.

Adapun untuk memproduksi narkotika jenis liquid vape yang mengandung MDMA, TY mengaku belajar dari internet. "Belajarnya dari artikel-artikel di internet kan banyak. Akun sosmed kan juga banyak. Jadi saya pelajari banyak hal dari situ saya catat-catat, lalu saya praktik-praktik," tutur dia. 

(Baca juga: Rutan Cipinang Bakal Larang Penggunaan Vape)

Hingga penangkapan, TY memiliki 20 orang karyawan. Mereka semua diajarkan untuk membuat narkoba. 

"Mereka datang ke rutan, saya jelasin pakai gambar. Saya bikin konsep ekstraktor, saya gambar desainnya, mereka bawa ke tukang bubut, mereka bikin," beber dia.

Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya menangkap dalang peredaran narkoba jenis liquid vape yang mengandung metilendioksi metamfetamina (MDMA). Pelaku merupakan napi Lapas Cipinang berinisial TY.  

Dari dalam lapas, TY mengendalikan pembuatan liquid narkoba untuk vape. Dia bahkan mempunyai laboratorium sendiri untuk memproduksi narkoba dalam berbagai jenis (THC, MDMA, 5-Fluoro ADB). 

Akibat perbuatannya TY dan para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. 
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id