Dua Tentara Penyelundup Ekstasi Gunakan Modus Baru

Sunnaholomi Halakrispen 16 Oktober 2018 20:52 WIB
narkoba
Dua Tentara Penyelundup Ekstasi Gunakan Modus Baru
Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Arman Depari. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap dua anggota TNI terkait penyelundupan ekstasi di Cilegon, Banten. Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyebut penyelundupan barang haram ini menggunakan modus baru.

"Mereka menggunakan modus baru dengan memecah barang bukti dan mengutus sejumlah kurir dari berbagai tempat dan tujuan di Indonesia," kata Arman di BNN, Jakarta Timur, Selasa, 16 Oktober 2018.

Arman menjelaskan ada banyak kurir yang diutus mengantarkan barang haram ini. Sehingga, jika satu atau dua kurir tertangkap petugas, kurir lain tetap bebas beraksi.


"Bila ada satu atau dua kurirnya yang tertangkap, mereka berharap kurir lainnya bisa lolos," kata Arman.

Baca: Dua Tentara Ditangkap BNN

Modus baru ini menyulitkan petugas dalam penyelidikan. Selain itu, barang bukti yang tertangkap juga lebih sedikit dari biasanya.

"Dari jumlah memang tidak terlalu besar karena memang mereka memecah barang bukti, tidak lagi mengirim langsung dalam jumlah besar," jelas Arman.

Namun, petugas tetap bisa menumpas aksi tersebut. Dua tersangka yang merupakan anggota TNI pun ditangani Polisi Militer (POM) Sumatera Utara.

Sebelumnya, Sabtu, 29 September 2018, ED dan RD ditangkap dengan barang bukti 63.573 butir ekstasi atau 19.975 kg MDMA (methylenedioxy methamphetamine). Keduanya diduga membantu peredaran narkotika jenis ekstasi yang diperintahkan AS alias Me'ng selaku narapidana di Lapas Salemba.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat hukuman berdasarkan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. 




(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id