Kronologi Penangkapan Bupati Pakpak Bharat

Fachri Audhia Hafiez 19 November 2018 04:02 WIB
ott kpk
Kronologi Penangkapan Bupati Pakpak Bharat
Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. ANT/Aprilio Akbar.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu sebagai tersangka penerima suap. Remigo ditangkap dalam operasi tangkap tangan bersama Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK).

Operasi tangkap tangan itu digelar di tiga kota berbeda yakni Medan, Jakarta, dan Bekasi. Selain Remigo dan David, KPK menangkap pihak swasta Hendriko Sembiring.

KPK juga menangkap ajudan Bupati Kabupaten Pakpak Bharat Jufri Mark Bonardo Simanjuntak, pegawai honorer Dinas PU Kabupaten Pakpak Bharat Syekhani, dan pihak swasta Reza Pahlevi. Ketua KPK Agus Rahardjo menjelaskan pada 17 November 2018 sekitar pukul 23.55 WIB, KPK menerima informasi penyerahan uang kepada Remigo.


Tim penyidik pun bergerak dan mengamankan David dikediaman Remigo setelah penyerahan uang.

"Dari lokasi tim mengamankan uang senilai Rp150 juta yang dimasukkan dalam tas kertas," kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu, 18 November 2018.

Kemudian pada Minggu sekitar pukul 01.25 WIB, tim mengamankan Hendriko di Kota Medan. Pada pukul 04.00 WIB penyidik menangkap Syekhani di lokasi lain di Medan.

"Paralel sekitar pukul 02.50 WIB tim KPK di Jakarta mengamankan Jufri di mess Pakpak Bharat di daerah Jakarta Selatan. Kemudian pukul 06.00 WIB tim mengamankan Reza di daerah Pondok Gede, Bekasi," kata Agus di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Minggu, 18 November 2018.

Empat orang yang tertangkap di Medan telah menjalani pemeriksaan awal di Polrestabes Medan. Mereka kemudian diterbangkan ke Jakarta dan menjalani pemeriksaan di gedung lembaga antikorupsi.

Remigo diduga menerima suap sebesar Rp550 juta. Uang itu diduga diterima terkait pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi Bupati, termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istri bupati yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan," ungkap Agus.

Remigo, David, dan Hendriko telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id