Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Rahmad)
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Rahmad)

KPK Periksa Bos Korporasi Penggarap KTP-el

Nasional korupsi e-ktp
Juven Martua Sitompul • 22 April 2019 11:07
Jakarta: Direktur Utama PT LEN Industri (Persero), Abraham Mose, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik, KTP-el.
 
"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Markus Nari)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 22 April 2019.
 
Penyidik juga memanggil Direktur Administrasi dan Keuangan PT LEN Industri, Andra Yastrialsyah; Direktur Teknologi dan Produksi PT LEN Industri, Darman Mappangara; serta dua karyawannya bernama Mursid Indarto dan Andi Rahman. Kemudian, Direktur Utama PT SEI, Agus Iswanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka yang sama," ujanya.
 
PT LEN Industri merupakan salah satu konsorsium penggarap proyek KTP-el. Proyek yang menelan anggaran Rp5,8 triliun itu dikerjakan PT LEN Industri bersama dengan Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), PT Sucofindo (Persero), PT Sandipala Arthaputra, dan PT Quadra Solution.
 
Baca juga:Petinggi Golkar Berpeluang jadi Tersangka Baru KTP-el
 
Dalam putusan terpidana mantan Ketua DPR Setya Novanto, sejumlah korporasi itu disebut mendapat keuntungan yang bervariasi. PNRI diperkaya sebesar Rp107,7 miliar, LEN Industri sebesar Rp5,4 miliar, Sucofindo sebesar Rp8,2 miliar, dan Sandipala Arthaputra sebesar Rp145,8 miliar.
 
Kemudian, PT Mega Lestari Unggul (yang merupakan holding company PT Sandipala Arthaputra) sebesar Rp148,8 miliar, dan Quadra Solution sebesar Rp79 miliar. Sementara itu, manajemen bersama Konsorsium PNRI turut mendapat keuntungan sebesar Rp137,9 miliar.
 
Markus Nari diduga membantu menambah anggaran proyek pengadaan KTP-el pada 2012 sebesar Rp1,49 triliun. Padahal saat itu, proyek milik Kemendagri tersebut tengah berjalan. Markus disinyalir menerima imbalan sebesar Rp4 miliar.
 
Hingga kini kasus dugaan korupsi KTP-el terus dikembangkan penyidik. Tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini.
 
Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam megakorupsi yang telah merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Tujuh di antaranya telah divonis bersalah oleh pengadilan.
 
Mereka yang sudah menjalani masa hukuman adalah Irman, Sugiharto, Anang Sugiana Sudihardjo, Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Andi Narogong, dan Made Oka Masagung. Sedangkan Markus masih dalam proses penyidikan.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif