Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto..
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto..

Tugas Anggota KPK Sesuai Arahan Pimpinan

Nasional novel baswedan
Fachri Audhia Hafiez • 12 Januari 2019 04:32
Jakarta: Polri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan. Tugas anggota KPK yang tergabung dalam tim sesuai arahan pimpinan.

"Penugasan mereka akan dilakukan berdasarkan penugasan pimpinan KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Januari 2019.

Pegawai KPK yang masuk dalam tim gabungan itu terdiri dari unsur penindakan, pengawas internal serta biro hukum. Surat tugas anggota tim diterbitkan masing-masing instansi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Febri mengatakan koordinasi bersama tim bisa dilakukan di Gedung KPK, Mabes Polri atau tempat lain. "Tentu kami terus berkoordinasi dengan tim yang dibentuk oleh Polri," ucap Febri. (Baca: Tim Gabungan Kasus Novel Dibentuk)

Polri membentuk tim gabungan dan penyidikan tindak pidana untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, yang terjadi 11 April 2017. Tim terdiri dari jajaran Polri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sejumlah pakar atau akademisi.

Surat tugas dengan nomor Sgas/3/I/HUK6.6/2019 telah dikeluarkan sejak 8 Januari 2019. Sebanyak 65 anggota turut ambil bagian, yang terdiri dari 52 dari kepolisian, KPK enam orang, dan perwakilan pakar tujuh orang.


(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi