Ratusan karyawan dari PT Palma Satu menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
Ratusan karyawan dari PT Palma Satu menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Foto: Dok. Istimewa

KPK Diminta Tak Tebang Pilih

Nasional kasus suap
Medcom • 11 November 2019 14:10
Jakarta: Ratusan karyawan dari PT Palma Satu menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Mereka mempertanyakan sikap KPK yang hanya memproses PT Palma Satu dalam perkara pengajuan revisi alih fungsi hutan.
 
Koordinator Aksi Aliansi Karyawan PT Palma Satu Abraham meminta KPK tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Sebab, banyak perusahaan kebun sawit lainnya yang menggarap kawasan hutan.
 
"Kami juga mengharapkan perlunya pengawasan terhadap KPK agar (tidak) tebang pilih sehingga penegakan hukum berjalan sesuai koruptornya," tegas Abraham di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin, 11 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah massa tampak membentangkan spanduk yang berisi beberapa tuntutan. Mereka juga meminta KPK membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu.
 
Menurut Abraham, pemblokiran rekening tersebut membuat ribuan karyawan PT Palma Satu tak bisa mendapat hak hidup layak. Karena para karyawan tidak bisa menerima gaji dan jatah beras yang menjadi haknya.
 
"Apakah PT Palma Satu ada menyebabkan kerugian negara sehingga KPK blokir rekening PT Palma Satu. Ini merupakan kejahatan yang dilakukan KPK bagi kami, karyawan," kata dia.
 
KPK sebelumnya menetapkan PT Palma Satu, Legal Manager PT Duta Palma Group 2014, Suheri Terta, dan pemilik PT Darmex Group atau PT Duta Palma, Surya Darmadi, sebagai tersangka baru pada kasus dugaan suap pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada 2014.
 
Kasus ini merupakan pengembangan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) di 2014. Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan Gubernur Riau 2014-2019 Annas Maamun, dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Medali Emas Manurung sebagai tersangka.
 
Namun, Abraham menganggap tudingan adanya praktik rasuah yang dilakukan PT Palma Satu tidak jelas.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif