Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.
Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.

2 Eks Anggota DPRD Bandung Dijebloskan ke Sukamiskin

Nasional KPK Kasus Suap kasus korupsi Penegakan Hukum Pemberantasan Korupsi
Candra Yuri Nuralam • 24 September 2021 13:58
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan perintah eksekusi terhadap mantan anggota DPRD Bandung Tomtom Dabbul Qomar. Tomtom dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Sukamiskin, Bandung.
 
"Untuk menjalani pidana penjara selama delapan tahun dikurangi selama berada dalam tahanan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat, 24 September 2021.
 
Ali mengatakan eksekusi itu mengacu pada putusan MA Nomor: 2949 K/Pid.Sus/2021 tanggal 24 Agustus 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PT Bandung Nomor: 28/TIPIKOR/2020/PT BDG tanggal 5 Februari 2021 Jo Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Bandung Nomor: 29/Pid.Sus-TPK/2020/PN. BDG tanggal 28 Oktober 2020. Putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Limpahkan Berkas 2 Tersangka Suap di Indramayu
 
Di sisi lain, KPK bakal menagih uang denda Rp400 juta ke Tomtom. Uang itu wajib dibayar dalam waktu sebulan. Jika tidak, hukuman penjara Tomtom ditambah enam bulan.
 
Lembaga Antikorupsi juga menagih uang pidana pengganti sebesar Rp5,1 miliar ke Tomtom. Harta benda Tomtom akan dirampas jika uang pengganti tidak dibayar dalam waktu sebulan.
 
"Apabila harta bendanya tidak mencukupi maka dijatuhkan pidana penjara selama dua tahun," ujar Ali.
 
Lembaga Antikorupsi juga mengeksekusi mantan anggota DPRD Bandung Kadar Slamet ke Lapas klas IA Sukamiskin, Bandung. Kadar akan menjalani hukuman penjara selama delapan tahun di sana.
 
Pidana denda Rp400 juta bakal ditagihkan ke Kadar. Hukuman penjaranya akan ditambah enam bulan jika denda itu tidak dibayar.
 
Selain itu, KPK bakal menagih pidana pengganti Rp9,2 miliar ke Kadar. Uang pengganti itu wajib dibayar dalam waktu sebulan. Jika tidak, harta benda Kadar akan dirampas.
 
"Apabila harta bendanya tidak mencukupi maka dijatuhkan pidana penjara selama tiga tahun," tutur Ali.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif