Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Cegah Penyelundupan Narkoba, Polri Pelototi Jalur Tikus

Nasional narkoba polri Virus Korona Kasus Narkoba pandemi covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 15 Juni 2021 17:10
Jakarta: Polri bakal memperketat pengawasan di pintu masuk Indonesia. Hal itu guna menekan peredaran narkoba yang kerap diselundupkan lewat jalur tikus.
 
“Mereka (pengedar) biasanya masuk melalui jalur-jalur yang tidak resmi,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Juni 2021.
 
Rusdi menyebut wilayah geografis Indonesia sangat luas. Sehingga, celah-celah masuk ke Tanah Air harus dipelototi agar barang haram itu tidak sampai masuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini perlu kita antisipasi bersama dan diamankan dengan sebaik-baiknya,” tegas Rusdi.
 
Baca: Kapolri: Penggagalan Peredaran 1,129 Ton Sabu Selamatkan 5,6 Juta Jiwa
 
Menurut dia, pengawasan itu butuh kerja sama dan kekompakan seluruh instansi. Sehingga, tak ada lagi kasus penyelundupan narkoba.
 
Tim Satuan Tugas (Satgas) Narkoba Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu jaringan Timur Tengah seberat 1,129 ton atau senilai Rp1,6 triliun. Dalam pengungkapan ini, pihak kepolisian menangkap tujuh tersangka dan dua di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Nigeria.
 
"Transaksi narkoba jaringan Timur Tengah yang kali ini mereka bekerja sama dengan warga negara asing yang menjadi narapidana Lapas di Cilegon," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 14 Juni 2021.
 
Tim Satgas gabungan menangkap 7 orang di 4 lokasi di Gunung Sindur, Pasar Modern 115 hingga Apartemen Green Pramuka.
 
Di Gunung Sindur, Bogor, polisi menangkap tersangka NR alias D alias D dan HA alias A alias O dengan barang bukti 393 kilogram (kg) sabu. Selanjutnya, di lokasi kedua di Ruko Pasar Modern Bekasi Town Square, Margahayu, Bekasi Timur, polisi menyita 511 kg sabu.
 
Di ruko tersebut, polisi menangkap tersangka NW alias DD dan dua tersangka WN Nigeria yakni CSN alias ES dan UCN alias EM.
 
Kemudian, polisi mengamankan 50 kg sabu dari tersangka AK di Apartemen Basura, Jakarta Timur. Terakhir, polisi menyita 175 kg sabu di Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat dengan tersangka H alias Ne (DPO).
 
Total narkoba yang disita senilai Rp 1,694 triliun. Jika diedarkan, barang bukti tersebut bisa dikonsumsi sekitar 5,6 juta orang. 
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif