Ilustrasi. Medcom.id/ Rakhmat Riyandi
Ilustrasi. Medcom.id/ Rakhmat Riyandi

Bos Mitra Bungo Abadi Tersangka Suap Jalan Bengkalis

Nasional kasus suap
Juven Martua Sitompul • 16 Mei 2019 19:10
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur PT Mitra Bungo Abadi, Makmur (MK) alias Aan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013-2015. Penetapan ini merupakan hasil dari pengembangan penyidik.
 
Pada perkara sebelumnya, KPK menetapkan Sekda Dumai, M Nasir dan Dirut PT Mawatindo Road Construction, Hobby Siregar. Saat proyek ini bergulir, Nasir merupakan Kadis PUPR Kabupaten Bengkalis.
 
"Tersangka MK diduga bersama-sama dengan M Nasir dan Bobby Siregar dkk, melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasar perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus korupsi ini ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp105,88 miliar. Makmur diduga memperkaya diri dari kasus ini sekitar Rp60,5 miliar.
 
"Diduga kerugian keuangan negara dalam proyek ini adalah Rp105,88 miliar, dimana tersangka MK diduga diperkaya Rp60,5 miliar," kata Syarif.
 
Syarif mengatakan pada 2011, Dinas PU Kabupaten Bengkalis membuat anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk proyek peningkatan beberapa jalan poros. Anggaran proyek ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) dengan skema multiyears atau tahun jamak.
 
"Dalam proses penganggaran itulah, MK dan sejumlah pihak lain berupaya mengurus anggaran dan proyek tersebut pada Bupati Bengkalis saat itu," tutur Syarif..
 
Pada Agustus 2012, untuk kepentingan mendapatkan proyek, Makmur dan kawan-kawan memberikan uang Rp1,3 miliar kepada Bupati Bengkalis yang menjabat saat itu. Setelah pemberian tersebut, atau tepatnya pada Oktober 2012, Pemkab Bengkalis dan DPRD menyetujui anggaran multiyears, salah satunya anggaran peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dengan nilai anggaran sekitar Rp528 miliar.
 
Dengan meminjam bendera perusahaan Bobby, PT Mawatindo Road Construction, Makmur mengikuti sejumlah pertemuan dengan Bupati dan jajarannya termasuk Nasir yang saat itu menjabat Kadis PU Bengkalis. Dalam pertemuan itu, Bupati mengatur Makmur sebagai pihak yang menggarap proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih padahal proses lelang belum dilakukan.
 
"Pada 28 Oktober 2013, kontrak pekerjaan proyek tersebut ditandatangani dengan nilai pekerjaan Rp459,32 miliar," ujar Syarif.
 
Makmur disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif