Tersangka kasus penyebaran hoaks Mustofa Nahrawardaya - Foto: Twitter.
Tersangka kasus penyebaran hoaks Mustofa Nahrawardaya - Foto: Twitter.

Mustofa Pernah Aktif di PP Muhammadiyah

Nasional ujaran kebencian hoax
Arga sumantri • 29 Mei 2019 07:03
Jakarta: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membenarkan Mustofa Nahrawardaya tercatat sebagai kader. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut dalam surat keputusan organisasi Mustofa tercatat sebagai anggota majelis pustaka dan informasi.
 
"Tetapi sejak dua tahun yang bersangkutan tidak pernah aktif baik dalam rapat-rapat maupun kegiatan di majelis pustaka dan informasi," kata Mu'ti di Gedung PP Muhammadiyah, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Menurut Mu'ti, dua tahun belakangan lebih aktif di partai politik dan tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dengan begitu, kata dia, secara de facto Mustofa sudah tidak aktif lagi di organisasi. "Walaupun namanya ada di dalam SK, itu yang bisa saya sampaikan," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mu'ti menambahkan, Mustofa tidak punya nomor anggota baku di Muhammadiyah. Mustofa pernah disarankan mengurus surat-surat keanggotaan, namun hingga kini tak kunjung diurus.
 
"Sampai saya memberikan keterangan ini memang yang bersangkutan juga tidak terdaftar senagai anggota Muhammadiyah secara resmi dalam pengertian memiliki nomor baku Muhammadiyah," jelasnya.
 
Menurut Mu'ti, tersangka hoaks itu tak bisa serta merta dikaitkan dengan organisasi Muhammadiyah. Mustofa memang tercatat dalam struktur majelis pustaka dan informasi, namun tercatat sudah tidak aktif lagi.
 
"Secara aktivitas yang bersangkutan tidak aktif di dalam rapat-rapat maupun di dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan majelis pustaka dan infromasi," ungkapnya.
 
Koordinator relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiga Uno, Mustofa Nahrawardaya ditangkap lantaran menyebarkan berita bohong atau hoaks melalui media sosial Twitter terkait kerusuhan pada aksi 22 Mei. Tersangka diduga berkontribusi dalam menyebarkan berita bohong terkait kericuhan aksi menolak hasil Pemilu Serentak 2019 pada 22 Mei, lewat cuitan di akun Twitter pribadinya @AkunTofa. Mustofa terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif