Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba. ANT/Aditya Pradana.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba. ANT/Aditya Pradana.

Natan Pasomba Divonis 1,5 Tahun Penjara

Nasional kasus suap
Fachri Audhia Hafiez • 28 Oktober 2019 21:32
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis eks pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak Natan Pasomba satu tahun enam bulan penjara. Nathan diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Iim Nurohim saat membaca amar putusan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang menuntut hukuman dua tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia juga tak diminta mengembalikan uang rasuah karena telah mengembalikan hasil kejahatannya itu kepada KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Natan dinilai terbukti menyuap anggota Komisi XI Fraksi PAN Sukiman sebanyak Rp2,65 miliar dan USD22 ribu. Suap diberikan agar Kabupaten Pegunungan Arfak mendapatkan alokasi anggaran dari APBN TA 2017, APBN-Perubahan TA 2017, dan APBN TA 2018.
 
Uang rasuah juga diberikan kepada Kepala Seksi Perencanaan DAK Fisik Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rifa Surya Rp1 miliar dan Suherlan Rp400 juta.
 
Perbuatan Natan dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, Natan telah mengakui dan berterus terang, menyesali perbuatannya, bersikap sopan dalam persidangan.
 
Natan dinilai terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif