Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny Sompie (tengah). Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny Sompie (tengah). Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Imigrasi Pastikan Harun Masiku di Indonesia

Nasional OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 22 Januari 2020 11:56
Jakarta: Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Ronny Sompie, memastikan politikus PDI Perjuangan Harun Masiku sudah di Indonesia. Tersangka kasus dugaan suap proses penggantian antarwaktu (PAW) itu kembali ke Tanah Air pada Selasa, 7 Januari 2020.
 
"Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem, termasuk data melalui IT (Information technology) yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soetta, HM telah melintas masuk kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Batik pada 7 Januari 2020," kata Ronny saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2020.
 
Ronny sudah memerintahkan jajarannya untuk mendalami temuan ini. Sebab ada hambatan dalam proses data perlintasan di Terminal 2 F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ketika Harun melintas masuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi akan mendalami hal itu. Ronny akan menyupervisi langsung hal tersebut.
 
"Namun yang utama, informasi kepulangan HM ke Indonesia pada 7 Januari 2020 telah ditindaklanjuti dengan penetapan status dicegah untuk tidak ke luar negeri atas dasar perintah pimpinan KPK," kata Ronny.
 
Pencegahan tersebut dilakukan ke seluruh kantor Imigrasi dan tempat pemeriksaan Imigrasi.
 
KPK sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR dari PDI Perjuangan. Mereka adalah Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Harun, mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan pihak swasta Saeful.
 
Wahyu diduga menerima suap dari Harun agar memuluskan proses PAW sebagai anggota Dewan. Uang tersebut diberikan lewat Saeful kepada Agustiani, selaku orang kepercayaan Wahyu.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif