Muhammad Rizieq Shihab. Foto: MI/Ramdani
Muhammad Rizieq Shihab. Foto: MI/Ramdani

Bacakan Pleidoi, Rizieq Singgung Kasus Djoko Tjandra hingga Ahok

Nasional polri Virus Korona Basuki Tjahaja Purnama Penegakan Hukum Rizieq Shihab pandemi covid-19 Djoko Tjandra protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Zaenal Arifin • 10 Juni 2021 16:32
Jakarta: Terdakwa kasus tes swab di Rumah Sakit UMMI Bogor, Jawa Barat, Muhammad Rizieq Shihab, membandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dengan perkara korupsi Djoko Tjandra. Rizieq dalam kasusnya dituntut pidana selama 6 tahun penjara sedangkan Djoko Tjandra hanya dihukum 4 tahun bui.
 
"Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut 4 tahun penjara, sedang Irjen Napoleon lebih ringan hanya dituntut 3 tahun penjara, dan Brigjen Prasetyo lebih ringan lagi hanya dituntut 2,5 tahun penjara," kata Rizieq saat membacakan pleidoi di Ruang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis, 10 Juni 2021.
 
Rizieq menilai perkara yang dilakukan Djoko Tjandra lebih berat dibandingkan dengan perkaranya yang melanggar protokol kesehatan. Pasalnya, pemerintah menyatakan kasus korupsi merupakan kejahatan luar biasa, sebagaimana kasus teroris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam konferensi pers online ICW (Indonesia Corruption Watch) pada 19 April 2020 dipaparkan data ICW yang menunjukkan bahwa sepanjang 2019, dari 911 terdakwa korupsi, 604 orang dituntut di bawah 4 tahun penjara," kata dia.
 
Dalam pleidoi itu, Rizieq juga menyinggung perkara penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Tuntutan kedua anggota Polri pelaku penyiraman lebih rendah darinya, yakni hanya hukuman satu tahun penjara.
 
Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu juga mengungkit tuntutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penodaan agama pada 2017. "Buktinya Ahok si penista agama hanya dituntut hukuman percobaan dua tahun, sedang penyiram air keras ke penyidik KPK hanya dituntut satu tahun penjara, tapi kasus pelanggaran protokol kesehatan dituntut enam tahun penjara," kata dia.
 
Sebelumnya, Rizieq dituntut enam tahun penjara atas perkara tes swab Rumah Sakit UMMI Bogor, Jawa Barat. JPU meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan Rizieq bersalah melanggar Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 tahun tentang 1946 Peraturan Hukum Pidana.
 
"Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama enam tahun penjara", kata anggota JPU di PN Jaktim, Kamis, 3 Juni 2021.
 
Baca: Rizieq Shihab Bacakan Pembelaan Hari Ini
 
Rizieq dinilai melakukan tindak pidana pemberitahuan bohong dengan menyatakan kondisinya sehat padahal terkonfirmasi covid-19 saat dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020. Hal memberatkan tuntutan JPU di antaranya klaim Rizieq Shihab yang menyatakan dirinya sehat saat dirawat di RS UMMI, menimbulkan keonaran.
 
Lalu, Rizieq dianggap menghambat program pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19 karena menolak hasil tes swab PCR-nya dilaporkan pihak RS UMMI ke Satgas Covid-19 Kota Bogor. Sementara hal meringankan jaksa mengharapkan Rizieq dapat memperbaiki perbuatannya setelah menjalani masa hukuman sesuai tuntutan.
 
JPU menuntut Rizieq dengan tiga dakwaan, pertama Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP ke-1 KUHP. Kemudian, Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Selanjutnya, Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Terakhir Pasal 216 ayat 1 KUHP, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif