Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id/Candra
Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Medcom.id/Candra

Tegas Dong KPK, Warga Papua Berharap Lukas Segera Diperiksa

Candra Yuri Nuralam • 06 Oktober 2022 07:40
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menyebut banyak masyarakat Papua yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tegas dalam mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. MAKI menyebut sebagian besar warga Papua tidak mendukung Lukas dalam penanganan kasus ini.
 
"Sebenarnya sebagian besar tidak mendukung LE (Lukas Enembe). Bahkan, beberapa (warga Papua) menyampaikan ke saya minta KPK menegakkan hukum secara tegas," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Kamis, 6 Oktober 2022.
 
Boyamin menyayangkan Lembaga Antikorupsi tak segera memeriksa Lukas. Strategi KPK ini diyakini membuat pendukung Lukas merasa berkuasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka (pendukung Lukas) merasa di atas angin dan mereka menganggap kasus ini memang politis. Buktinya dengan dilakukan perlawanan seperti ini, KPK terkesan mundur," ujar Boyamin.
 

Baca: Tokoh Adat Disebut Bisa Mediasi Kasus Lukas Enembe


MAKI meminta KPK tidak mengecewakan warga Papua yang memberikan dukungan dalam pengusutan kasus ini. Lembaga Antikorupsi itu diminta menjemput paksa Lukas sebagai bentuk ketegasan yang diinginkan masyarakat.
 
Penjemputan paksa diminta dilakukan segera. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang memberikan dukungan kepada KPK.
 
"Sebenarnya ini harus dijemput paksa mumpung panas begini, tapi kan kalau lama-lama nanti semakin susah. jadi, tindakan KPK kontraproduktif bagi penegakan hukum dan menjadikan preseden berikutnya orang akan melakukan perlawan untuk melawan KPK," ucap Boyamin.
 
Di sisi lain, KPK menunggu waktu pas untuk memanggil ulang Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka. Hal ini sebagai strategi KPK untuk memeriksa Lukas Enembe.
 
"Masih wait and see tapi juga tidak lama-lama dalam waktu tertentu," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Karyoto mengatakan rencana ini juga dilakukan untuk menentukan suasana yang pas saat pemeriksaan Lukas. Lembaga Antikorupsi rutin berkomunikasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mempertimbangkan situasi yang pas untuk meminta keterangan kepada Lukas.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif