Tito Dinilai Membuat Kinerja Polri Lebih Efektif

Achmad Zulfikar Fazli 25 November 2018 21:03 WIB
polri
Tito Dinilai Membuat Kinerja Polri Lebih Efektif
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat meninjau persiapan pembukaan Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqulhadi mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Selama memimpin Polri, Tito dinilai banyak terobosan yang membuat kepolisian lebih efektif menyelesaikan kasus kejahatan transnasional.

"Negara-negara lain dapat melihat langkah polri dalam penanggulangan terorisme di negara Indonesia, yang luas dan sangat beragam dalam pemahaman masalah keislaman," kata Taufiqulhadi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 25 November 2018.

Tito yang mewakili Polri juga mendapat apresiasi dari negara lain. Apresiasi itu muncul di Sidang Umum Interpol ke-87 tahun 2018 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab.


Pada sidang lembaga kepolisian internasional tersebut, Polri mendapat sorotan karena berhasil menjalankan tugas kepolisian di era modern. Politikus NasDem itu pun menilai wajar Polri di bawah kepemimpinan Tito mendapat pujian dari negara lain. 
Pujian datang karena Tito dinilai memiliki kebijakan baik dalam penanggulangan terorisme. 

"Latar belakang Pak Tito sebagai perwira yang ditugaskan secara intensif menanggulangi terorisme, sebelum jadi Kapolri telah menggeluti yang dalam secara akademis dalam masalah ini juga," kata dia.

Sejumlah negara-negara melihat Indonesia cukup berhasil dalam memberantas terorisme dan penanggulangan paham-paham radikal.

"Saya berpendapat, kemampuan kepolisian meredam isu terorisme dan kejahatan lain saat ini, tidak bisa dilihat sebagai hal wajar-wajar saja (taken for granted)," ucap dia.

Dalam sebuah video, Sekjen Interpol Jurgen Stock meminta masukan Tito terkait inovasi untuk polisi di masa datang. Tito menyarankan pembentukan penanganan kejahatan siber yang profesional.

Menurut dia, tantangan tugas kepolisian akan semakin banyak dipengaruhi oleh berbagai potensi gangguan keamanan sebagai akibat dari perkembangan teknologi, seperti kejahatan siber secara lintas negara atau transnasional.

"Peningkatan kapasitas personel agar mampu beradaptasi dengan perkembangan situasi terkini menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan,” kata Tito.

Tito juga mengatakan faktor lain yang tak kalah penting adalah kemampuan dalam membangun jaringan, berkomunikasi, berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari berbagai negara di dunia.

“Juga pengembangan inovasi berbasis teknologi, seperti pengembangan teknologi digital forensik, teknologi IT dalam penegakan hukum dan teknologi IT dalam pelayanan publik,”  pungkasnya.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id