Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick (tengah)
Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick (tengah)

Pelaku Penganiayaan Bayi 3 Bulan Positif Narkoba

Nasional pembunuhan
Siti Yona Hukmana, Muhammad Syahrul Ramadhan • 06 Mei 2019 23:37
Jakarta: Lelaki berinisial MS (23) yang menganiaya anak kandungnya hingga tewas dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis sabu. Dari keterangan pelaku telah menggunakan narkoba sejak 2017.
 
"Pada saat melakukan kekerasan terhadap anak, pelaku dalam kondisi dipengaruhi oleh sabu-sabu," kata Kapolsek Kebon Jeruk AKP Erick Sitepu di Polres Metro Jakarta Barat, Senin, 6 Mei 2019.
 
MS menganiaya buah hatinya yang masih berusia tiga bulan hingga tewas. MS mengaku melakukan hal tersebut lantaran malu memiliki anak di luar nikah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Malu bahwa anaknya ini merupakan anak hasil kehamilan di luar nikah, sehingga menyakinkan istirnya bahwa apabila anak ini dipertahankan akan mendatangkan kemalangan,” tutur Erick.
 
Dalam pengungkapan kasus ini, kata Erick, pihaknya memeriksa tujuh orang saksi. Di antaranya ibu korban atau istri pelaku, pihak Puskesmas Kebon Jeruk, mertua pelaku, dan tetangga sekitar rumah pelaku.
 
Erick menjelaskan kronologi kejadian. Pada Sabtu, 27 April 2019, istri menitipkan bayi 3 bulan itu kepada suaminya karena hendak belanja.
 
Saat itu, di kediamannya Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat hanya ada pelaku MS, bayi berinisial KQS dan mertua pelaku. Namun, mertua mengalami tuna netra sehingga tidak mengetahui apa yang dilakukan pelaku terhadap korban.
 
Tak lama, istri pelaku pulang. Melihat kondisi bayinya sudah lemas, ia bertanya kepada suaminya. Namun, pelaku berbohong dengan menjawab bayinya tersedak di tenggorokan.
 
"Kemudian atas bantuan tetangga, korban kemudian dibawa oleh pelaku ke Puskesmas Kebon Jeruk. Namun, setelah sampai di Puskesmas, dari pihak Puskesmas menyatakan bahwa bayinya sudah meninggal dalam perjalanan," tutur Erick.
 
Mendengar itu, pelaku langsung meminta surat kematian. Namun, petugas Puskesmas menolak karena kematian tidak wajar. Atas penolakan itu, pelaku kembali membawa korban ke rumah dan memakamkannya.
 
Istri dari pelaku tidak percaya dengan keterangan dari pelaku. Kemudian, pada Selasa, 30 April 2019 berinisiatif datang lagi ke Puskesmas. Namun, istri juga sempat meminta surat kematian. Curiga, akhirnya pihak Puskesmas melaporkan kejadian ke Polsek Kebon Jeruk. Pada Rabu, 1 Mei 2019 MS ditangkap.
 
Atas perbuatannya, MS dikenakan pasal berlapis yakni Pasalnya 338 sub Pasal 351 ayat 3 KUHP dan Pasal 80 ayat 4 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.
 
"MS sudah ditahan. Ancaman hukumannya penjara 20 tahun, karena orang tua korban maka hukumannya ditambah sepertiga," jelas Erick.
 

 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif