Tim Kuasa Hukum Novanto Fokus Pada Praperadilan
Sidang Praperadilan Setya Novanto kembali dilanjutkan - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar,
Jakarta: Kuasa Hukum Ketua DPR RI Setya Novanto, Ketut Mulya Arsana tidak mau berspekulasi terkait nasib gugatan praperadilan kliennya. Kubu Novanto lebih fokus pada gugatan praperadilan ketimbang pada sidang pokok perkara korupsi KTP-el yang akan digelar pekan depan.

"Kami enggak mau berandai-andai, karena kami tidak tahu situasi pastinya seperti apa. Mari kita ikuti saja prosesnya sehingga kita memberikan kepastian hukum dengan menghormati HAM setiap warga negara," kata Ketut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 7 Desember 2017.

Dalam sidang, hakim tunggal praperadilan Kusno sempat menjelaskan bila gugatan praperadilan otomatis gugur jika Pengadilan Tipikor membacakan dakwaan Novanto.


Namun, Ketut tidak begitu saja mengamini pernyataan hakim Kusno. Menurut dia, dimulainya sidang pokok perkara korupsi yang rugikan uang negara hingga RP2,3 triliun itu tidak bisa serta merta menggugurkan gugatan kliennya.

Dibaca: Sidang Perdana Novanto Digelar Rabu Depan

"Bagaimana proses menggugurkan perkara kita akan lihat prosedurnya, dan apa yang dilakukan hakim tunggal," ujar Ketut.

Pada Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP dijelaskan bahwa gugatan praperadilan gugur jika pokok perkara mulai disidang. Aturan ini pun diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 102/PUU-XIII/2015. 

Sementara itu, Humas Pengadilan Tipikor Ibnu Basuki mengatakan sidang perdana kasus korupsi KTP-el dengan tersangka Novanto akan digelar pada Rabu, 13 Desember 2017. Agenda sidang ditentukan setelah Pengadilan Tipikor Jakarta menyelesaikan penunjukkan majelis hakim dan perangkat persidangan.



(MBM)