Ilustrasi pemeriksaan saksi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pemeriksaan saksi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Polisi Periksa Petinggi KAMI Ahmad Yani

Nasional Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Siti Yona Hukmana • 23 Oktober 2020 08:45
Jakarta: Bareskrim Polri mengagendakan pemeriksaan terhadap Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani. Petinggi KAMI itu diperiksa hari ini, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
"Karena memang itu menjadi salah satu proses penyidikan, yaitu sebagai saksi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Panggilan pemeriksaan telah dikirimkan beberapa waktu lalu. Awi berharap Ahmad Yani memenuhi panggilan pemeriksaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ahmad Yani akan diperiksa sebagai saksi untuk Anton Permana. Anton merupakan salah satu deklarator KAMI yang berstatus tersangka dan telah ditahan.
 
Ahmad Yani sempat kedatangan polisi ke kediamannya beberapa waktu lalu. Kedatangan polisi dianggap sebagai upaya penangkapan. Awi membantah hal tersebut. Menurut Awi penyidik datang hanya untuk koordinasi dan memberikan surat panggilan.
 
Baca: Polisi Panggil Petinggi KAMI Ahmad Yani
 
Awi juga membantah pihaknya menyasar KAMI untuk menjadikan tersangka dalam kasus ujaran kebencian dan provokasi saat demo menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Menurut Aw, anggota KAMI ditangkap karena melakukan tindak pidana.
 
"Semua tentunya dalam proses penyidikan adalah benang merah, benang merahnya kemana. Siapa aja? keterkaitan keterengan tersangka, saksi-saksi, itu akan dikejar oleh penyidik," tutur Awi.
 
Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan sembilan tersangka dari pihak KAMI terkait penghasutan demo menolak UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh pada 8 Oktober 2020. Mereka ditangkap di wilayah Medan, Jakarta, Depok dalam kurun waktu 9-13 Oktober 2020.
 
Tersangka yang ditangkap merupakan petinggi KAMI. Mereka ialah Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KHA), petinggi KAMI Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH), dan Anton Permana (AP).
 
Kemudian, mantan caleg PKS Kingkin Anida (KA), admin akun @podoradong Deddy Wahyudi (DW) serta pengurus KAMI Medan Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), dan Wahyu Rasasi Putri (WRP).
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif