Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin. Antara/Dyah Dwi
Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin. Antara/Dyah Dwi

MA: Layanan untuk Difabel di Pengadilan Belum Memadai

Nasional kaum difabel mahkamah agung disabilitas pengadilan
Antara • 27 Oktober 2020 22:01
Jakarta: Mahkamah Agung menemukan sebagian besar layanan untuk difabel atau penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum di pengadilan belum memadai. Hal itu berdasarkan hasil survei terhadap 650 pengadilan tingkat pertama yang diwakili 2.298 pejabat pengadilan dari semua lingkungan peradilan.
 
Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin mengatakan berdasarkan hasil survei, terdapat tiga masalah utama dalam pelayanan terhadap difabel. Yakni, sebesar 74 persen responden menyebut pengadilan tidak menyediakan akses terhadap pendamping yang dapat membantu difabel.
 
Kemudian, 94 persen responden menyatakan pengadilan tidak memiliki akses penerjemah yang mungkin dibutuhkan difabel yang berhadapan dengan hukum. Terakhir, 96 persen responden menyebut pengadilan tidak memiliki akses terhadap ahli atau psikolog yang dapat membantu difabel saat berhadapan dengan hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tanpa kehadiran tiga elemen layanan itu, tentu kita sepakat akan tetap sulit bagi penyandang disabilitas untuk menikmati hak-haknya dalam proses peradilan yang dijamin oleh undang-undang, serta menjalani proses peradilan dengan setara seperti kelompok masyarakat lainnya," tutur Syarifuddin dalam webinar dengan tema akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas dalam proses peradilan, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Baca: Jokowi Teken Perpres Penghargaan Pemenuhan Hak Disabilitas
 
Dia menekankan penyandang disabilitas tidak dapat ditinggalkan dan dimarginalkan dalam menikmati layanan hukum dan keadilan. Namun, dia mengakui upaya memenuhi tanggung jawab mewujudkan akomodasi yang layak untuk penyandang disabilitas dalam proses peradilan tidak mudah.
 
"Tantangannya lebih besar dibandingkan dengan upaya memenuhi akomodasi yang layak bagi kelompok masyarakat secara umum. Tantangan akan terasa lebih besar dan mendesak jika kami menyadari betapa rentannya penyandang disabilitas dalam menggunakan layanan hukum di era pandemi covid-19," tutur dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif