Ilustrasi. Media Indonesia.
Ilustrasi. Media Indonesia.

Komisi III dan KPK Bakal Lacak Uang Koruptor di Swiss

Nasional kpk
Putra Ananda • 07 Juli 2020 20:47
Jakarta: Komisi III DPR mendukung upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberangus praktik rasuah. Salah satunya dengan segera mengesahkan RUU Perjanjian Kerja Sama Indonesia-Swiss sehingga KPK bisa melacak rekening koruptor di bank Swiss.
 
"Perjanjian MLA Ina-Swiss menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum kita untuk melakukan asset recovery dan pengembalian uang negara yang diduga berada di bank-bank Swiss, KPK dan penegak hukum lain harus merespons ini dengan mempersiapkan kapasitas penyidiknya supaya prosesnya nanti tidak terhambat," kata anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Eva Yuliana dalam rapat dengar pendapat di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Selasa, 7 Juni 2020.
 
Dalam RDP itu, Eva juga meminta penjelasan tentang persiapan KPK. Khususnya terkait peningkatan kualitas dan kapasitas penyidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: RDP di Markas KPK Disebut Permintaan Komisi III
 
Dia berharap secara khusus penyidik bisa melacak dan membedah informasi rekening gendut para terduga pelaku pelanggaran hukum di Indonesia yang disimpan di bank-bank Swiss.
 
"Kami dari Komisi III ingin jemput bola, melaksanakan fungsi pengawasan di tempat KPK bekerja dan melihat secara langsung pekerjaan KPK,baik itu di bidang pencegahan, penindakan dan lain-lain," kata dia.
 
Politikus asal Solo ini mengapresiasi aplikasi Jaga Bansos yang digagas KPK. Aplikasi ini dinilai bisa membantu KPK menerima langsung laporan masyarakat terkait penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) di daerah.
 
"Dan bisa menindaklanjuti laporan tersebut kepada pemda atau lembaga terkait. Ini terobosan pencegahan yang luar biasa dari KPK," ujar Eva.
 
Selain melakukan rapat dengar pendapat, Komisi III meninjau langsung ruang pemeriksaan dan area rumah tahanan yang terletak di belakang gedung KPK. Ini dilakukan untuk melihat kondisi rutan, prosedur kunjungan keluarga, dan proses pengamanan area rutan.
 

(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif