Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez

Lahan Sawit Seluas 530,8 Hektare Terkait Kasus Nurhadi Disita

Nasional mahkamah agung Kasus Suap Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 13 Agustus 2020 15:24
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita lahan sawit di Padang Lawas, Sumatra Utara. Penyitaan terkait kasus suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi.
 
"Luas lahan kebun sawit yang dilakukan penyitaan kurang lebih sekitar 530,8 hektare," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.
 
Penyitaan disaksikan notaris perangkat desa setempat, pengelola sawit, serta pihak yang menguasai dan mengetahui aset tersebut. Ini untuk memastikan legalitas dan lokasi atas kebun sawit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ali menuturkan lahan telah dipasang tanda papan penyitaan oleh KPK. Namun, operasional perkebunan tetap berjalan. Pemasangan tanda demi mencegah penjarahan.
 
(Baca: Vila dan Kendaraan Mewah Nurhadi Disita)
 
"KPK mengingatkan siapa pun dilarang memasuki areal lahan dengan tujuan mengambil dan memanfaatkan hasil sawit tersebut untuk kepentingan pribadi," ucap Ali.
 
Nurhadi terjerat kasus dugaan suap dan gratifikasi perkara di MA pada 2012-2016. Ia diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT.
 
Selain itu, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA, juga untuk permohonan perwalian.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif