Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman

Ormas Memalak Jatah THR Terancam Pidana

Nasional tunjangan hari raya
Cindy • 13 Mei 2020 14:15
Jakarta: Polda Metro Jaya menegaskan tak boleh ada pemaksaan permintaan tunjangan hari raya (THR) oleh organisasi masyarakat (ormas) kepada perusahaan atau tempat usaha. Ormas yang terbukti memeras bakal ditindak tegas.
 
"Selama ada take and gift enggak ada masalah, tapi kalau dengan paksaan dan keharusan ya baru tidak boleh," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Apalagi, pemerasan disertai kekerasaan terhadap para pengusaha. Dia memastikan pelaku dapat diproses ke ranah hukum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau minta THR ke pengusaha tapi ormasnya memukul, nah itu pidana. Atau memaksa dan menyerang, ya urusannya sudah berbeda nanti," ujar Yusri.
 
Yusri menyebut pengusaha tak wajib memberi THR kepada ormas. Sebaliknya, ormas tidak boleh memaksa dan memeras pengusaha.
 
Dia mengingatkan pihak mana pun yang melakukan pungutan liar (pungli) dapat dikenakan pidana. Persoalan ini tidak bagi ormas saja.
 
"Semua juga tidak boleh lakukan pungli. Kalau dilaporkan sama yang diteror juga sama pemerasan itu," tutur Yusri.
 
Sebelumnya, salah satu ormas meminta jatah THR kepada pengusaha di Bekasi, Jawa Barat lewat surat edaran. Kasus tersebut viral di media sosial.
 
Permintaan THR ditujukan kepada perusahaan atau tempat usaha untuk memberi dukungan morel dan materiel demi kesejahteraan anggota ormas yang berdomisili di Bekasi Timur. Ormas siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengusaha yang memberikan THR.
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif