Ratna polisikan Duta Kemenpora Maya Angkasa. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Ratna polisikan Duta Kemenpora Maya Angkasa. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Diduga Menilap Rp9,2 Miliar, Duta Kemenpora Dipolisikan

Nasional penipuan
Siti Yona Hukmana • 17 Januari 2019 05:56
Jakarta: Duta Kemenpora Maya Angkasa dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penggelapan uang masyarakat dengan modus arisan. Ia diduga menilap uang arisan sebanyak Rp9,2 miliar.
 
Kuasa hukum Ratna Rezekie (korban), Medianto Hadi menjelaskan kronologi dugaan penipuan itu. Ratna awalnya ditawarkan sahabatnya, Meydi, untuk ikut arisan Hoky Maya Meydi. Arisan itu dikelola oleh Duta Kemenpora Maya Angkasa.
 
"Meydi ngajak dia (Ratna) bilang mau ikut arisan enggak, yang kelola dana arisan si Maya. Kumpulin duitnya, nanti duitnya diputar sama Maya, nanti dibagikan keuntungan," terang Hadi di Polda Metro Jaya, Rabu, 16 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meydi meyakinkan Ratna dengan membawa nama Maya yang berprofesi sebagai artis dan Duta Kemenpora. Setelah percaya, Ratna mencari orang-orang yang mau ikut arisan tersebut.
 
"Program bernama Arisan Hoky Maya Meydi dimulai sejak bulan Juli 2018 dan menelan lebih dari 30 orang korban," ungkap Hadi.
 
Ratna kemudian diminta mencari minimal 10 orang untuk ikut arisan itu, setiap menambah jumlah anggota Ratna mendapat keuntungan.Ratna dan Meydi masing-masing berhasil membawa 15 orang ikut arisan tersebut.
 
Setelah itu, Ratna bersama 15 orang yang diajaknya itu diminta menyetorkan sejumlah uang. Namun, uang itu tidak diputar sebagaimana janji Meydi sebelumnya.
 
"Ratna pribadi sudah nyetor uang Rp510 juta ke Maya, kalau total uang yang dibawa Ratna Rp2,2 miliar. Kalau total anggota yang dibawa Meydi dan Ratna 30 orang, jadi total yang disetor kira-kira Rp9 miliar," ungkap Hadi.
 
Hadi menyebut, Maya tidak memiliki iktikad baik untuk mengembalikan uang Ratna maupun uang peserta arisan lainnya. Maka itu, ia melaporkan perbuatan Maya ke polisi.
 
Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/319/1/2018/PMJ/Dit Reskrimsus, tanggal 16 Januari 2019. Laporan itu dibuat dengan tuduhan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan TPPU.
 
"Kami membawa bukti berupa fotokopi bukti transfer Ratna ke Maya, MoU antara Maya dan Ratna terkait arisan itu," aku Hadi.
 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi