Ilustrasi (Foto:MI/Arya Manggala)
Ilustrasi (Foto:MI/Arya Manggala)

Kekerasan terhadap Jurnalis Harus Diusut

Nasional berita dpr
Gervin Nathaniel Purba • 02 Mei 2019 18:48
Jakarta: Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2019 diwarnai tindak kekerasan terhadap jurnalis. Dua orang menjadi korban.
 
Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi sangat menyayangkan tindak kekerasan tersebut. Menurutnya, tugas para awak media saat meliput di lapangan adalah sebuah profesi yang dilindungi hukum.
 
"Saya sangat menyesalkan adanya kekerasan terhadap jurnalis yang menimpa fotografer Tempo Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza), saat sedang meliput peringatan Hari Buruh Internasional di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat," ujar Aboebakar, dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyayangkan kekerasan yang dilakukan oleh aparat. Padahal, keduanya sudah menunjukkan kartu tanda pengenal jurnalis.
 
Tindak kekerasan tersebut bertentangan dengan pasal 4 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers yang menjamin kemerdekaan pers nasional.
 
Bahkan, pada pasal 18 dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3, terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dua tahun.
 
Aboebakar mengimbau kepada kepolisian untuk menyelidiki kasus ini.
 
"Apalagi menurut kabar yang beredar, ada ancaman untuk wartawan dari salah satu oknum dengan kata-kata 'mau dihabisin?' Hal ini tentu tidak dapat dibiarkan. Harus dilakukan pemeriksaan apakah kabar tersebut benar adanya," katanya.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif