Kejagung Terima Dua SPDP Bahar bin Smith

Dian Ihsan Siregar 07 Desember 2018 22:57 WIB
ujaran kebencian
Kejagung Terima Dua SPDP Bahar bin Smith
Jaksa Agung HM Prasetyo. Medcom.id/ Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menerima dua Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya terkait ujaran kebencian yang dilakukan Bahar bin Smith kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, SPDP kasus Bahar bin Smith dari Bareskrim Mabes Polri telah diterima oleh Jaksa Agung Muda bidang Pidana Umum (JAMPidum) Kejagung pada Kamis, 6 Desember 2018. Sedangkan SPDP dari Polda Metro Jaya telah diterima Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Jadi ada dua SPDP di sini (Kejaksaan) ya terkait kasus itu. SPDP-nya dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya," ungkap HM Prasetyo di area perkantoran Kejagung, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018.


Untuk teknis perlimpahan perkara dari Kejaksaan ke pengadilan, kata dia, akan diserahkan kepada JAMPidum Kejagung dan Aspidum Kejati DKI Jakarta.

JAMPidum Kejagung, Noor Rochmad menambahkan Kejagung dalam waktu dekat akan menerbitkan surat penunjukan beberapa jaksa peneliti. Para jaksa tersebut nantinya bertugas mengikuti perkembangan perkara Bahar bin Smith di Bareskrim Polri.

"Jaksa penelitinya belum, SPDP juga baru kami terima. Dalam waktu dekat, insya Allah sudah ada jaksa peneliti dalam kasus Bahar bin Smith," jelas dia.

Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penghinaan kepada Presiden Joko Widodo. Status tersangka itu ditetapkan usai pendiri Majelis Pembela Rasulullah itu diperiksa sejak Kamis, 6 Desember 2018 pagi.

"Hasilnya beliau ditetapkan tersangka," ujar Kuasa hukum Bahar bin Smith, Aziz Yanuar.

Meski telah menyandang status baru, menurut Aziz, kliennya belum ditahan. Pihaknya pun masih akan berdiskusi ihwal penetapan status tersangka Bahar bin Smith. 

Aziz juga belum tahu apakah Bahar bin Smith bakal menempuh langkah praperadilan. Hal tersebut masih akan didiskusikan terlebih dahulu. "Belum didiskusikan," jelas Aziz.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id